Cerita Raisa tentang Perpisahan dan Keikhlasam di Panggung JGTC 2025
JAKARTA - Raisa menjadi sorotan utama saat tampi dalam gelaran Jazz Goes To Campus (JGTC) 2025 yang berlangsung di area Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) pada Minggu, 9 November malam.
Penampilan Raisa pada malam itu terasa berbeda dari biasanya. Sejak kabar mengenai isu perpisahannya dengan Hamish Daud santer diberitakan, setiap lirik yang ia lantunkan seolah membawa lapisan makna yang lebih dalam.
Kehadiran ribuan penonton tampaknya bukan sekadar menikmati sajian musik, namun juga memberikan dukungan moral yang masif untuk penyanyi 35 tahun itu.
Usai memanaskan suasana dengan serangkaian lagu andalannya, seperti "Terserah”, "Serba Salah”, "Jatuh Cinta”, dan "Si Paling Mahir”, Raisa mengambil jeda untuk berbagi cerita personal untuk lagu lain yang akan ia bawakan.
"Lagu berikutnya ini adalah lagu favoritku, bercerita mengenai perpisahan dengan seseorang," kata Raisa dengan suara yang tenang, disambut riuh penonton yang antusias.
Raisa kemudian mulai membedah bahwa perpisahan pada umumnya melalui beberapa tahapan emosional yang kompleks. Ia menjelaskan bahwa fase pertama adalah pergulatan batin yang dipenuhi stres dan pengharapan palsu.
"Pada tahap awal, kita masih dilanda stres. Setiap hari kita menutup mata, kita berpikir, bagaimana jika suatu saat nanti kita kembali bersama," tuturnya.
Penyanyi yang akrab disapa Yaya ini melanjutkan narasinya, memaparkan proses penting menuju penerimaan terhadap kenyataan. Menurutnya, fase berikutnya adalah memahami sudut pandang orang lain.
"Seiring waktu berjalan, kita mulai memahami perspektif dari sisinya. Mungkin dia juga memiliki alasan-alasan tersendiri. Dan bagiku, lebih mudah memahami alasan seseorang ketimbang harus membenci," ujar Raisa.
Puncak dari cerita tersebut adalah ketika Raisa menemukan momen krusial yang ia yakini sebagai definisi utuh dari sebuah keikhlasan.
SEE ALSO:
"Hingga kita telah belajar hidup tanpanya, kita tiba di suatu ruang di mana 'rasanya kok sudah tiga hari tidak memikirkannya'," ungkapnya. "Berandai-andai dia kembali lagi, rasanya sudah tidak. Sejauh ini, tanpa dia, aku baik-baik saja. Jangan-jangan, inilah yang disebut ikhlas."
Pengakuan tulus tersebut menjadi pengantar yang sempurna untuk nomor selanjutnya, "Bila." Saat alunan melodi mulai mengalun, penonton seketika tenggelam dalam suasana yang mendalam.
Raisa membawakan nomor tersebut dengan penuh penghayatan, mengubah panggung utama JGTC menjadi ruang berbagi kesedihan yang emosional. Tak sedikit penonton yang ikut bernyanyi dengan mata berkaca-kaca, merasakan setiap lirik patah hati yang dihidupkan kembali oleh sang diva.
Namun, Raisa tak ingin berlarut dalam kesedihan. Setelah "Bila," ia melanjutkan dengan medley lagu "Ternyata Tanpamu" dan "Teka Teki" sebagai lagu penyemangat.
"Intinya lagu ini dipersembahkan untuk kalian semua yang ternyata setelah berpisah, justru semakin terlihat cantik," serunya, yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari ribuan penonton.
Untuk menutup penampilannya, Raisa kembali memacu energi penonton lewat deretan lagu hits yang lebih upbeat, yaitu "Awal Kisah Selamanya", "Mantan Terindah”, "Could It Be”, hingga "Kali Kedua”, memastikan malam JGTC 2025 ditutup dengan euphoria.
Selain Raisa, JGTC 2025 juga dimeriahkan oleh aksi panggung Wijaya 80, Tulus, MALIQ & D'Essentials, Adikara, GAC, Bilal Indrajaya, Monita Tahalea, Lomba Sihir, dan Barasuara.