TIKI Edukasi Konsumen Kelola Resi dan Kemasan Paket Demi Keamanan Data Pribadi
JAKARTA - Di tengah lonjakan aktivitas belanja online dan kemudahan transaksi digital di Indonesia, masih banyak masyarakat yang belum menyadari risiko baru yang muncul, yaitu kebocoran data pribadi.
Melihat fakta ini, sebagai perusahaan jasa kurir nasional, PT. Citra Van Titipan Kilat (TIKI) mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola kemasan dan resi paket.
“Label pengiriman yang menempel di paket berisi informasi pribadi seperti nama, nomor telepon, dan alamat lengkap. Jika dibuang tanpa dihapus, data ini berisiko disalahgunakan,” ujar Yulina Hastuti, Direktur Utama TIKI dalam pernyataannya pada Senin, 10 November.
Selain itu, TIKI juga menganjurkan penggunaan bukti resi digital melalui Aplikasi TIKI, sehingga pelanggan dapat melakukan pelacakan tanpa perlu menyimpan label fisik.
Sebagai bagian dari edukasi publik, TIKI mengimbau masyarakat untuk menghapus atau robek bagian resi yang memuat nama, alamat, dan nomor telepon sebelum membuang kemasan.
Resi atau label pengiriman adalah sumber informasi pribadi yang sering kali diabaikan. Dengan menghapus atau merobek bagian ini, konsumen dapat mencegah potensi penyalahgunaan data oleh pihak tidak bertanggung jawab.
SEE ALSO:
Melalui edukasi ini, TIKI berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga kerahasiaan data pribadi adalah bagian dari perilaku digital yang aman dan berkelanjutan.
“Di era digital, keamanan data dan kepedulian lingkungan bukan lagi isu terpisah. Keduanya harus berjalan beriringan agar aktivitas logistik dan gaya hidup digital masyarakat bisa tumbuh secara berkelanjutan,” tutup Yulina.