5 Warga Arab Michigan Ditangkap FBI Atas Tuduhan Teror Halloween, Pengacara: Belum Ada Dakwaan

JAKARTA - FBI menangkap lima warga Arab dan Muslim di Michigan pada Jumat pekan lalu dengan tuduhan merencanakan serangan teroris saat perayaan Halloween pada 31 Oktober 2025.

Pengacara kelima warga itu, Hussein Bazzi mengatakan, FBI belum memiliki bukti dan dakwaan resmi yang diajukan terhadapnya untuk mendukung atau membenarkan penangkapan terhadap dirinya.

“Kami tidak memiliki informasi kredibel yang mendukung dugaan bahwa sebuah peristiwa yang menimbulkan korban massal telah direncanakan atau akan dilaksanakan," katanya kepada AN, Senin 3 November.

“Sampai saat ini, dan sepengetahuan saya, belum ada dakwaan resmi yang diajukan terhadap individu mana pun yang terlibat,” sambungnya.

Sebelumnya, Direktur FBI Kash Patel mengungkapkan initilejennya telah mencegah serangan yang ditargetkan saat perayaan kostum anak-anak di momen Halloween.

“FBI menghentikan potensi serangan teroris di Michigan sebelum terjadi. Berkat tindakan cepat dan koordinasi dengan mitra kami, rencana kekerasan yang terkait dengan terorisme internasional berhasil digagalkan. Beginilah wujud membela tanah air — kewaspadaan menyelamatkan nyawa,” tulis Patel dalam akun X-nya pada Jumat pekan lalu.

FBI tidak membeberkan lima diduga tersangka yang ditangkapnya. Namun, dalam unggahannya di X-nya, Patel menyematkan potongan teks grafis penangkapan dari media Fox News.

“Penangkapan Halloween di Michigan terkait dengan terorisme internasional, sumber penegak hukum terkemuka federal mengatakan kepada Fox News. Beberapa tersangka dituduh merencanakan kekerasan selama akhir pekan Halloween,” demikian narasi media AS tersebut.

Adapun kelima identitas terduga pelaku hingga saat ini belum diungkapkan FBI. Namun, sumber FBI yang dikutip oleh beberapa media AS mengatakan, bahwa para terduga pelaku berasal dari pinggiran kota Dearborn dan Inkster, Michigan.