Government Claims Highest Investment In President Prabowo's Era

JAKARTA - Pemerintah menyatakan kinerja investasi nasional selama satu tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan, dengan capaian yang diklaim melampaui periode pemerintahan sebelumnya.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan realisasi investasi menjadi salah satu indikator makro ekonomi dengan performa paling menonjol.

"Investasi ini kalau dibandingkan semua indikator capaian kinerja dan beberapa indikator makro, investasi ini realisasi investasi merupakan capaian yang menurut kami sangat bagus sekali. Jadi pertama dari sisi pertumbuhan, peningkatannya sangat signifikan dan dari sisi yang lain juga semakin berkualitas," ujarnya dalam acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran pada Kamis, 16 Oktober.

Susiwijono menjelaskan, dalam satu tahun terakhir, investasi nasional tumbuh signifikan dan konsisten menunjukkan pertumbuhan dua digit.

"Kalau kita lihat selama pemerintahan ini, investasi kita mampu tumbuh cukup tinggi, double digit 13,6 persen, dan baru di pemerintahan ini investasi per kuartal mencapai di atas Rp450 triliun," ujarnya.

Dia menjelaskan, pertumbuhan ini jauh melampaui capaian awal pemerintahan sebelumnya, yang saat itu realisasi investasi per kuartal hanya berada di kisaran Rp200 triliun, sehingga kinerja investasi saat ini meningkat hingga 2,5 kali lipat.

Susiwijono menyebutkan, tren positif ini terjadi sejak kuartal IV tahun 2024 dan terus berlanjut di kuartal I dan II tahun 2025, dengan total investasi per kuartal yang konsisten melampaui Rp450 triliun.

"Tiga kuartal ini mencatat angka di atas Rp450 triliun yang belum pernah terjadi sebelumnya," tegasnya.

Dari sisi dampak, ia menegaskan, lonjakan investasi ini juga berkontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan pada kuartal II 2025, jumlah lapangan kerja yang berhasil diciptakan mencapai 665.000.

"Nah baru di pemerintahan ini penciptaan lapangan kerja per quarter rata-rata di atas 600.000 dan 650.000. Dibandingkan dengan awal pemerintahan yang lalu di bawah 200 ribu lapangan kerja. Jadi dari sisi capaian realisasinya meningkat sangat signifikan, dan juga semakin berkualitas," tambahnya.

Tak hanya dari sisi nilai dan dampak, ia juga menyoroti investasi kini semakin merata secara geografis, dan untuk pertama kalinya, porsi investasi di luar Pulau Jawa telah mmencapai 50,5 persen pada kuartal II 2025.

"Kita lihat semakin inklusif, dan juga berdasarkan beberapa kebijakan dan program pengembangan kawasan kita dorong terus juga pemerataan di luar Jawa," pungkasnya.

Susiwijono menyimpulkan, pencapaian investasi selama tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran mencerminkan pertumbuhan yang tidak hanya kuat secara kuantitatif, tetapi juga lebih berkualitas dan merata dibandingkan periode sebelumnya.

JAKARTA - The government stated that the performance of national investment during the first year of President Prabowo Subianto's administration showed very encouraging results, with achievements claimed to exceed the previous period of government.

Secretary of the Coordinating Ministry for Economic Affairs Susiwijono Moegiarso said that investment realization is one of the most prominent macroeconomic indicators.

"This investment when compared to all performance achievement indicators and several macro indicators, this investment investment is an achievement that we think is very good. So first, in terms of growth, the increase is very significant and from the other side it is also getting more quality," he said at the Prabowo-Gibran Government 1 Year event on Thursday, October 16.

Susiwijono explained, in the past year, national investment has grown significantly and consistently indicating double-digit growth.

"If we look at it during this government, our investment is able to grow quite high, double digits 13.6 percent, and only in this government, investment per quarter reaches more than IDR 450 trillion," he said.

He explained that this growth far exceeded the initial achievements of the previous government, which at that time the realization of investment per quarter was only in the range of Rp200 trillion, so that the current investment performance increased by 2.5 times.

Susiwijono said this positive trend had occurred since the fourth quarter of 2024 and continued in the first and second quarters of 2025, with total investment per quarter which consistently exceeded IDR 450 trillion.

"In the past three quarters, the figure is above Rp. 450 trillion which has never happened before," he said.

In terms of impact, he emphasized, this surge in investment also contributed greatly to job creation and in the second quarter of 2025, the number of jobs that were successfully created reached 665,000.

"Well, in this government, the average job creation per quarter is above 600,000 and 650,000. Compared to the beginning of the past government, it was below 200 thousand jobs. So in terms of realization achievement, it increased very significantly, and also more quality," he added.

Tak hanya dari sisi nilai dan dampak, ia juga menyoroti investasi kini semakin merata secara geografis, dan untuk pertama kalinya, porsi investasi di luar Pulau Jawa telah mmencapai 50,5 persen pada kuartal II 2025.

"Kita lihat semakin inklusif, dan juga berdasarkan beberapa kebijakan dan program pengembangan kawasan kita dorong terus juga pemerataan di luar Jawa," pungkasnya.

Susiwijono menyimpulkan, pencapaian investasi selama tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran mencerminkan pertumbuhan yang tidak hanya kuat secara kuantitatif, tetapi juga lebih berkualitas dan merata dibandingkan periode sebelumnya.

Not only in terms of value and impact, he also highlighted that investment is now increasingly evenly distributed geographically, and for the first time, the portion of investment outside Java has reached 50.5 percent in the second quarter of 2025.

"We see that it is increasingly inclusive, and also based on several policies and regional development programs, we continue to encourage equitable distribution outside Java," he concluded.

Susiwijono concluded that investment achievements during the first year of the Prabowo-Gibran administration reflect growth that is not only quantitatively strong, but also of higher quality and equitable compared to the previous period.