Nvidia dan Abu Dhabi Luncurkan Laboratorium AI dan Robotika Bersama di UEA

JAKARTA  – Technology Innovation Institute (TII) Abu Dhabi resmi bekerja sama dengan Nvidia untuk meluncurkan laboratorium riset bersama di Uni Emirat Arab yang akan berfokus pada pengembangan model kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru dan platform robotika.

Laboratorium riset ini menjadi pusat teknologi Nvidia AI pertama di Timur Tengah. TII dalam pernyataannya menyebutkan, pusat tersebut akan menggabungkan riset multidisipliner mereka dengan model AI dan kekuatan komputasi Nvidia yang tengah mendorong ledakan global kecerdasan buatan.

Najwa Aaraj, CEO TII, menjelaskan bahwa kolaborasi ini memungkinkan pihaknya menggunakan chip GPU khusus untuk mempercepat riset robotika, termasuk humanoid, robot berkaki empat, hingga lengan robotik. “Chip yang akan kami gunakan bernama Thor. Chip ini memungkinkan pengembangan sistem robotik canggih,” ujar Aaraj.

TII merupakan lengan riset terapan dari Advanced Technology Research Council, lembaga pemerintah Abu Dhabi yang menjadi bagian dari ambisi UEA untuk tampil sebagai pemain utama di bidang AI global.

Selama beberapa tahun terakhir, negara eksportir minyak utama ini menggelontorkan miliaran dolar demi mendorong lompatan teknologi, termasuk memperkuat kemitraan dengan Amerika Serikat untuk mengamankan akses pada teknologi mutakhir.

Dalam kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Teluk pada Mei 2025, UEA bahkan meneken kesepakatan multi-miliar dolar untuk membangun salah satu pusat data terbesar di dunia di Abu Dhabi dengan teknologi Amerika, termasuk chip paling canggih milik Nvidia. Namun, kesepakatan tersebut belum difinalisasi karena adanya kekhawatiran keamanan terkait hubungan dekat UEA dengan China.

Menurut Aaraj, TII sudah lama bekerja sama dengan Nvidia, termasuk dalam penggunaan chip perusahaan tersebut untuk melatih model bahasa buatan mereka. Diskusi terkait pendirian laboratorium bersama ini sendiri dimulai sekitar setahun lalu. Nantinya, tim gabungan dari TII dan Nvidia akan ditempatkan di pusat riset ini, dengan rencana penambahan staf khusus untuk mendukung proyek tersebut.

Laboratorium ini juga akan mengeksplorasi aplikasi AI di bidang penting seperti iklim, energi, dan genomik, serta mengembangkan inovasi robotik yang dapat digunakan pada sektor transportasi dan logistik.