Siapa Bilang Seks Berakhir Setelah Menopause? Fakta Ini Bikin Kaget
JAKARTA - Banyak perempuan mengira kehidupan seks akan berakhir begitu memasuki menopause. Faktanya, tidak harus begitu. Memang, saat siklus menstruasi berhenti permanen, tubuh mengalami banyak perubahan yaitu vagina menjadi lebih kering, gairah menurun hingga perasaan yang mudah naik-turun.
Semua ini bisa membuat keintiman terasa berbeda, bahkan menimbulkan ketidaknyamanan. Namun menurut para ahli, kehidupan seksual setelah menopause tetap bisa sehat dan menyenangkan, asalkan perempuan memahami perubahan tubuhnya dan berani terbuka dengan pasangan.
Perubahan hormon adalah faktor utama yang memengaruhi seksualitas perempuan setelah usia 45 tahun.
"Estrogen, progesteron, dan testosteron mulai turun cukup signifikan. Estrogen berperan penting menjaga kelembapan dan elastisitas vagina," jelas dr. Rubina Shanawaz Z, spesialis ginekologi onkologi, dikutip dari laman Healthshots.
Saat hormon ini menurun, muncul keluhan seperti vagina kering, dinding vagina menipis, dan aliran darah berkurang. Akibatnya, gairah dan kenyamanan saat berhubungan juga berkurang.
"Penurunan progesteron dan testosteron juga memengaruhi libido. Karena itu, banyak perempuan merasakan hasrat seksualnya menurun atau tidak lagi muncul secara spontan," jelasnya.
Tantangan Seksual yang Umum Setelah Menopause
Beberapa masalah yang sering dialami perempuan pasca menopause antara lain:
- Kekeringan pada vagina. Estrogen yang turun membuat jaringan vagina lebih rapuh sehingga hubungan intim terasa nyeri.
- Libido menurun. Aliran darah yang kurang lancar membuat sensitivitas dan rangsangan berkurang.
- Perubahan pH vagina. Hal ini meningkatkan risiko iritasi dan infeksi.
- Hubungan intim terasa sakit. Kondisi yang disebut Genitourinary Syndrome of Menopause (GSM) membuat seks menjadi tidak nyaman.
"Banyak perempuan bertanya, normalkah kehilangan minat seks setelah menopause? Jawabannya, ya, itu wajar. Tapi wajar bukan berarti harus dibiarkan begitu saja. Dengan dukungan medis maupun emosional, kehidupan seks tetap bisa kembali hangat," kata dr. Rubina.
SEE ALSO:
Cara Mengatasi Penurunan Hasrat Seksual
Ada banyak cara untuk membantu perempuan tetap menikmati seks setelah menopause. Berikut cara mengatasi penurunan hasrat seksual.
- Gunakan pelumas berbahan dasar air untuk mengurangi rasa kering.
- Pertimbangkan terapi estrogen lokal (krim, tablet, atau cincin vagina) untuk memperbaiki jaringan vagina.
- Cobalah DHEA supositoria sebagai pilihan non-hormonal untuk meningkatkan pelumasan.
- Ikuti terapi lain seperti latihan otot panggul, terapi laser, atau terapi mindfulness.
"Setiap perempuan punya kebutuhan yang berbeda. Konsultasi dengan dokter kandungan penting agar penanganannya lebih tepat," saran dr. Rubina.
Selain fisik, menopause juga berdampak pada kondisi emosional.
"Hormonal shift bisa memicu mood swing, kecemasan, bahkan depresi. Semua ini berpengaruh pada hasrat seksual. Kalau tidak ditangani, perempuan bisa merasa hubungan intim menjadi beban," ungkap dr. Sachin Baliga, psikiater.
Ia juga menyoroti soal citra diri. dr. Baliga menyebut perubahan tubuh seperti kenaikan berat badan, hot flashes, dan kulit yang berubah bisa menurunkan rasa percaya diri.
"Rasa percaya diri sangat menentukan kenyamanan dalam hubungan intim." ucap dr. Baliga.
Komunikasi dengan pasangan, rasa saling mendukung, serta penerimaan diri adalah kunci menjaga keintiman di fase ini.
Tips Menjaga Kehidupan Seks Pasca Menopause
- Tetap aktif secara fisik untuk melancarkan aliran darah.
- Kelola stres dengan yoga, meditasi, atau jalan santai.
- Jaga pola makan sehat dan cukup hidrasi.
- Tidur cukup setiap hari.
- Luangkan waktu khusus untuk membangun kedekatan emosional dengan pasangan.