Israel Kills 26 Palestinians After Hamas Agrees To Ceasefire Proposals In Gaza
JAKARTA - Israel melakukan aneksasi militer menyebabkan 26 orang penduduk Palestina tewas. Kematian ini kembali terjadi tak lama setelah Hamas menyetujui proposal kesepakatan gencatan senjata.
Al Jazeera melaporkan pada Selasa 19 Agustus, setidaknya delapan orang tewas setelah militer Israel menyerang tenda-tenda yang menampung pengungsi di Khan Younis.
Sementara korban tewas lainnya bsejumlah empat orang imbas serangan Israel di tenda pengungsi di Deir el-Balah.
Masih di hari Selasa 19 Agustus, militer Israel meledakkan rumah-rumah di selatan Kota Gaza, sementara kebakaran hebat dilaporkan terjadi di lingkungan Tuffah di timur Kota Gaza.
Jumlah korban tewas sejak pagi ini dilaporkan menjadi 26 orang.
SEE ALSO:
Sebelumnya, seorang sumber dari kelompok pejuang kemerdekaan Palestina, Hamas mengatakan bahwa mereka telah menyetujui proposal baru yang diajukan mediator untuk terlaksananya gencatan senjata di Gaza selama 60 hari.
Gaza diketahui telah hancur lebur akibat serangan militer Israel sejak Oktober 2023 dan terus dilakukan dengan dukungan langsung maupun tidak langsung dari Amerika Serikat (AS) dan negara barat menyebabkan 61.700 warga Palestina terbunuh per 13 Agustus 2025.
"Hamas telah menyampaikan tanggapannya kepada para mediator, mengonfirmasi bahwa Hamas dan faksi-faksi telah menyetujui proposal gencatan senjata baru tanpa meminta amandemen apa pun," kata sumber Hamas yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada AFP, Selasa 19 Agustus.
Sumber tersebut menambahkan, para mediator "diharapkan untuk mengumumkan bahwa kesepakatan telah dicapai dan menetapkan tanggal untuk dimulainya kembali perundingan."
Menurut sumber tersebut, "para mediator memberikan jaminan kepada Hamas dan faksi-faksi untuk implementasi perjanjian tersebut, beserta komitmen untuk melanjutkan perundingan guna mencari solusi permanen."
Belum ada tanggapan langsung dari pihak Pemerintah Israel terkait perkembangan negosiasi gencatan senjata di Gaza.
Sebelumnya, Mesir, Qatar bersama AS menjadi mediator gagal mengamankan kesepakatan gencatan senjata di Gaza setelah serangan Israel memasuki bulan ke-23 telah melululantahkan kehidupan dan menciptakan krisis kemanusiaan mengerikan di Jalur Gaza.
JAKARTA - Israel carried out military annexation causing 26 Palestinians to die. This death occurred again shortly after Hamas approved a ceasefire agreement proposal.
Al Jazeera reported on Tuesday 19 August that at least eight people died after the Israeli military attacked tents hosting refugees in Khan Younis.
While the other death toll of four people was the result of an Israeli attack on a refugee tent in Deir el-Balah.
Still on Tuesday 19 August, the Israeli military blew up houses in the south of Gaza City, while heavy fires were reported to have occurred in the Tuffah neighborhood in eastern Gaza City.
The death toll since this morning was reported to be 26 people.
SEE ALSO:
Earlier, a source from the Palestinian independence group Hamas said it had approved a new proposal submitted by the mediator for a 60-day ceasefire in Gaza.
Gaza is known to have been destroyed by Israeli military attacks since October 2023 and continues to be carried out with direct or indirect support from the United States (US) and the western state causing 61,700 Palestinians to be killed as of August 13, 2025.
"Hamas has submitted its response to the mediators, confirming that Hamas and the factions have approved a new ceasefire proposal without requesting any amendments," said a Hamas source who asked for his identity to be kept secret to AFP, Tuesday, August 19.
The source added that mediators "are expected to announce that an agreement has been reached and set a date for the resumption of negotiations."
According to the source, "the mediators guarantee Hamas and factions to implement the agreement, along with a commitment to continue negotiations to find permanent solutions."
There has been no immediate response from the Israeli government regarding the development of ceasefire negotiations in Gaza.
Earlier, Egypt, Qatar and the US mediators failed to secure a ceasefire agreement in Gaza after Israeli attacks into the 23rd month had undermined life and created a terrible humanitarian crisis in the Gaza Strip.