Is Ferrari Peek At The Secret Speed Of Xiaomi SU7 Ultra For Its First EV?
JAKARTA – Awal Juni lalu, Xiaomi SU7 Ultra berhasil ukir rekor sebagai mobil listrik produksi tercepat di sirkuit legendaris Nürburgring di Jerman.
Dalam pengumuman yang disampaikan langsung oleh pendiri, chairman, dan CEO Xiaomi, Lei Jun, melalui platform Weibo dan X saat itu, SU7 Ultra berhasil menorehkan waktu putaran impresif 7 menit 04,957 detik. Pencapaian ini secara telak melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Porsche Taycan Turbo GT dengan waktu 7 menit 07,55 detik yang dicetak pada September 2023. Hasil fantastis ini diraih di bawah kemudi pembalap profesional Vincent Radermecker.
Tampaknya, pencapaian Xiaomi SU7 Ultra ini buat penasaran Ferrari, ikon mobil sport Italia, yang tengah bersiap menghadapi era elektrifikasi.
Menjelang peluncuran mobil listrik (EV) pertamanya pada musim semi mendatang, yang kemungkinan akan bernama "Elettrica", sebuah pemandangan langka terekam di markas besar Ferrari di Maranello ada sebuah sedan Xiaomi SU7 Ultra.
Mobil asal China berwarna kuning cerah dengan garis balap perak ganda, yang identik dengan materi pemasaran Xiaomi, terlihat keluar dari gerbang Maranello. Kunjungan yang tidak terduga ini mengisyaratkan bisa saja Ferrari sedang mempelajari dengan seksama mobil yang telah memukau dunia dengan performa luar biasanya.
SEE ALSO:
Dalam beberapa tahun terakhir, melansir Carscoops, Rabu, 30 Juli, persepsi terhadap mobil China telah berubah drastis. Dulu, gagasan bahwa Ferrari akan tertarik untuk menyelidiki mobil dari China mungkin terdengar konyol. Namun, fakta berbicara lain. Xiaomi SU7 Ultra saat ini memegang rekor sebagai mobil produksi listrik tercepat di Nürburgring.
Di balik bodi coupe-sedan yang mirip Taycan, SU7 Ultra menyembunyikan sistem penggerak listrik tiga motor yang menghasilkan tenaga 1.526 hp (1.547 PS / 1.138 kW). Tenaga buas ini memungkinkan akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam 1,98 detik, dan kecepatan tertinggi mencapai 359 km/jam (223 mph).
Kehadiran Xiaomi SU7 Ultra di Maranello jelas menunjukkan bahwa Ferrari tidak gentar untuk belajar dari pesaing, bahkan dari pemain baru di kancah otomotif global. Ini adalah bukti bahwa persaingan di dunia EV mendorong inovasi tanpa batas, dan Ferrari bertekad untuk memastikan EV perdananya akan tetap menjadi tolok ukur performa, sebagaimana tradisi mereka. Semua mata kini tertuju pada musim semi mendatang, menunggu seperti apa "Elettrica" yang akan lahir dari Maranello.