7 Alasan Perempuan Gen-Z Enggan Punya Pacar
JAKARTA - Banyak perempuan Gen-Z sekarang memilih untuk tidak pacaran. Tapi, keputusan ini jarang diungkapkan secara terbuka. Ada yang takut dikritik, ada pun sudah lelah dengan dunia kencan digital. Namun, ada juga yang merasa terlalu terluka oleh pengalaman masa lalu.
Sebagian lagi merasa orang-orang di sekitarnya akan terus mencoba meyakinkan untuk tetap mencari pasangan, padahal mereka sudah mantap dengan pilihannya. Lalu, mengapa perempuan Gen-Z malas untuk berpacaran? Ini 7 alasannya, seperti dilansir dari laman Your Tango.
1. Minimnya Pilihan Pasangan yang Layak
Alasan kenapa banyak perempuan berhenti pacaran adalah karena laki-laki saat ini seperti tidak mau berperilaku sebagai orang yang pantas untuk dijadikan pasangan. Ini bukan sekadar pendapat pribadi, tapi juga didukung oleh studi dari Journal of Interpersonal Violence.
Fakta di lapangan? Banyak perempuan merasa takut, tidak aman, bahkan trauma hanya karena mencoba membuka diri untuk berkencan. Bahkan sekadar menerima ajakan kencan saja bisa terasa menyeramkan.
2. Aplikasi Kencan Itu Melelahkan dan Tidak Aman
Tak bisa dipungkiri, aplikasi kencan bukan tempat yang ramah untuk perempuan. Mereka sering banget mendapat pesan-pesan cabul dan foto-foto tidak senonoh yang dikirim oleh pria.
Banyak orang bilang, 'Jadi orang cantik pasti banyak yang mendekat'. Sayangnya, kenyataan tidak segampang itu. Bahkan membuat laki-laki membayar makan malam saat berkencan itu sangat sulit.
3. Terlalu Banyak Laki-laki Tapi Sedikit yang Bisa Diharapkan
Mendapatkan pasangan hidup yang baik itu sangat sedikit. Banyak laki-laki hanya menggoda perempuan dengan janji-janji manis soal masa depan, tapi tidak pernah benar-benar berkomitmen. Bahkan ada yang pacaran selama bertahun-tahun, tapi tidak pernah membicarakan pernikahan.
Ada pun tudingan perempuan minta laki-laki membayar makan malam sebagai mata duitan. Perempuan juga makin sadar bahwa banyak pernikahan tidak adil.
Dalam hubungan jangka panjang, mereka cenderung lebih banyak bekerja di rumah dibanding laki-laki, padahal perempuan juga dituntut bekerja di luar. Setelah berkali-kali dikecewakan, wajar kalau banyak perempuan memilih untuk berhenti mencari pasangan.
SEE ALSO:
4. Pengalaman Buruk saat Berkencan
Banyak perempuan punya pengalaman buruk saat kencan. Ada yang diajak kencan ke restoran mahal, tapi tiba-tiba si pria lupa membawa dompet. Ada juga pria yang hanya menjadikan perempuan sebagai kesenangannya saja.
Perempuan juga sering jadi korban gosip setelah dekat dengan pria yang ternyata playboy. Dan ketika perempuan bicara soal perlakuan buruk yang diterima, justru mereka yang disalahkan oleh pria tersebut.
5. Tak Merasa Butuh Pasangan
Sekarang, perempuan bisa hidup mandiri. Mau punya anak? mereka bisa mengadopsi. Mau karier? Peluang terbuka lebar. Mereka bisa membangun hidup sosial yang lengkap tanpa perlu pasangan.
Dulu, status perempuan tergantung pada siapa yang dinikahinya. Sekarang tidak lagi. Stigma terhadap perempuan lajang sebagai perawan tua mulai memudar.
6. Kelelahan Emosional karena Dunia Kencan
Ada satu rahasia yang jarang dibahas di media, yakni perempuan mulai sangat lelah menghadapi laki-laki. Data dari Pew Research dan sumber lainnya menunjukkan semakin banyak perempuan, terutama yang berusia 30-an atau yang sudah pernah bercerai, memilih untuk tetap sendiri. Mereka mengalami apa yang disebut 'dating fatigue' alias kelelahan karena kencan.
7. Kencan Itu Sudah Tidak Menyenangkan Lagi
Gerakan 4B dari Korea mulai menyebar ke seluruh dunia. Para anggotanya 4B menolak empat kegiatan, yakni seks, mengasuh anak, kencan, dan menikah dengan pria. Kedepannya, Anda mungkin akan melihat semakin banyak perempuan yang memilih untuk tetap sendiri seumur hidup.
Banyak perempuan akan berduka atas hidup yang dulu mereka impikan tapi tidak pernah terwujud. Begitu juga banyak laki-laki yang akan selamanya sendiri karena sudah menyerah belum mendapatkan pasangan.