Bank Indonesia Yakini Transaksi Shopee Cs Tembus Rp395 Triliun Tahun Ini: Setara 2,5 Persen PDB
Seorang kurir e-commerce terlihat melintas di depan papan komersial (Foto: Dok. Antara)

Bagikan:

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan nilai transaksi e-commerce pada keseluruhan tahun ini akan mencapai Rp395 triliun. Angka itu setara  2,5 persen produk domestik bruto (PDB) 2020 yang tercatat sebesar Rp15.434 triliun.

Bukuan total belanja di situs jual-beli daring tersebut didasarkan pada capaian semester I 2021 yang sebesar Rp186,75 triliun, atau tumbuh 63,36 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2020.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pihaknya terus mempercepat digitalisasi sistem pembayaran untuk akselerasi ekonomi keuangan digital dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional.

“Transaksi ekonomi dan keuangan digital tumbuh tinggi seiring meningkatnya ekspektasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking,” ujarnya dalam keterangan pers seperti yang dikutip pada Minggu, 25 Juli.

Adapun, beberapa perusahaan e-commerce terkemuka di Tanah Air antara lain Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Blibli, dan JD.ID.

Sementara itu, nilai transaksi uang elektronik (UE) pada triwulan I dan II 2021 meningkat 41,01 persen year-on-year (y-o-y) mencapai Rp132,03 triliun, dan diproyeksikan tumbuh 35,7 persen(y-o-y) mencapai Rp278 triliun untuk keseluruhan tahun 2021.

BACA JUGA:


- https://voi.id/ekonomi/69225/sri-mulyani-kuras-beras-bulog-rp3-5-triliun-untuk-bansos-jadi-bisa-beli-gabah-petani-yang-sekarang-panen

- https://voi.id/ekonomi/69299/terungkap-rektor-ui-ari-kuncoro-belum-resmi-mengundurkan-diri-sebagai-komisaris-bri-keputusannya-45-hari-ke-depan

- https://voi

Demikian pula, nilai transaksi digital banking pada paruh pertama melesat 39,39 persen (y-o-y) menjadi Rp17.901,76 triliun, dan diproyeksikan meningkat 30,1 persen (y-o-y) mencapai Rp35.600 triliun untuk tahun ini.

“Bank Indonesia terus mempercepat implementasi kebijakan sistem pembayaran dalam rangka mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan yang inklusif dan efisien, antara lain peningkatan transaksi dan perluasan merchant QR Code Indonesian Standard (QRIS), penyaluran bansos pemerintah, dan penguatan ekosistem industri sistem pembayaran,” tutur Perry.

Di sisi tunai, uang kartal yang diedarkan (UYD) pada Juni 2021 mencapai Rp832,4 triliun, meningkat 11,74 persen (y-o-y).

“Bank Indonesia tetap memastikan ketersediaan uang rupiah untuk memenuhi kebutuhan uang masyarakat di seluruh wilayah NKRI dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tutup Gubernur BI.