Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau. Dengan progres pekerjaan telah mencapai 92,59 persen, pemerintah menargetkan seluruh pembangunan rampung pada 8 Agustus 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau langsung progres pembangunan SRT 1 Kuansing pada Selasa, 4 Agustus, meminta pekerjaan tahap akhir atau finishing segera diselesaikan. Menurutnya, percepatan harus tetap diikuti dengan perhatian terhadap kualitas dan kerapian bangunan agar seluruh fasilitas siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

"Yang belum selesai segera diselesaikan, terutama kerapian pada tahap finishing, sehingga seluruh kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik," kata Dody.

Dody menegaskan, pembangunan sekolah rakyat tidak cukup hanya mengejar penyelesaian bangunan utama, tetapi sarana dan prasarana pendukung juga harus dipastikan berfungsi dengan baik. Sehingga, dapat menciptakan lingkungan pendidikan aman dan nyaman bagi peserta didik.

SRT 1 Kabupaten Kuansing dibangun di atas lahan seluas 7,5 hektare dengan total luas bangunan mencapai 13.081,84 meter persegi. Kompleks lingkungan pendidikan terpadu yang terdiri atas 25 massa bangunan itu meliputi gedung SD, SMP dan SMA, gedung serbaguna, dapur, rumah ibadah, asrama, fasilitas olahraga, jaringan utilitas serta penataan kawasan sekolah.

Pembangunan SRT 1 Kuansing dilaksanakan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Riau dengan kontraktor pelaksana PT Duta Rama–PT Gala Karya (KSO). Proyek tersebut menelan biaya Rp226,98 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025–2026.

Dengan target penyelesaian pada 8 Agustus 2026, Kementerian PU mendorong agar sisa pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal dengan mengedepankan standar kualitas konstruksi.

Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan bagian dari program pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas melalui penyediaan infrastruktur memadai.

Melalui proyek tersebut, Kementerian PU tidak hanya menghadirkan bangunan sekolah, tetapi juga infrastruktur pendukung yang memungkinkan kegiatan pendidikan berlangsung dalam satu kawasan terintegrasi.

Program tersebut sejalan dengan Visi PU 608 yang menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Infrastruktur pendidikan aman, fungsional dan berkelanjutan diharapkan dapat memperluas kesempatan belajar sekaligus mendukung upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+