JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyampaikan permohonan maaf atas insiden operasional yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, wilayah Daerah Operasi 1 Jakarta, yang berdampak pada perjalanan kereta api.
Perseroan menyatakan memahami bahwa kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi pelanggan maupun keluarga yang menunggu kabar.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menyampaikan saat ini, KAI memfokuskan seluruh upaya pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi dengan prioritas utama keselamatan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Senin, 27 April.
KAI menegaskan akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan penanganan di lokasi kejadian.
“Pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan resmi KAI melalui WhatsApp di nomor 0811-2223-3121 serta Call Center 121,” katanya.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan bahwa gangguan perjalanan kereta api di wilayah Bekasi Timur, tepatnya di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 terjadi pada Senin pukul 20.52 WIB.
Gangguan tersebut terjadi akibat peristiwa tertempernya PLB 5568A (CL KPB–CKR) oleh PLB 4B (KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi) di lokasi kejadian, yang berdampak pada operasional perjalanan kereta api di lintas tersebut.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo menyampaikan PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” ujar Franoto.
KAI memastikan petugas di lapangan telah bergerak cepat untuk melakukan penanganan dan pengamanan lokasi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat proses evakuasi dan pemulihan perjalanan.
Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) pada lintas Cibitung–Bekasi Timur dan emplasemen Bekasi Timur untuk sementara dinonaktifkan.
BACA JUGA:
Adapun penyebab kejadian serta jumlah perjalanan KA yang terdampak masih dalam proses investigasi dan pendataan lebih lanjut. Informasi akan terus diperbarui secara berkala.
“KAI juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan keselamatan, khususnya di area jalur rel dan perlintasan sebidang, demi mencegah kejadian serupa,” katanya.