JAKARTA - PT Brantas Abipraya (Persero) mengerahkan sebanyak 2.500 pekerja dari Pulau Jawa untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di sejumlah wilayah luar Jawa, khususnya di Kalimantan dan Sulawesi.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana mengatakan langkah ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap program prioritas nasional di sektor pendidikan. Dia juga bilang tiap proyek setidaknya membutuhkan pekerja hingga 600 orang.
“Di lapangan, percepatan proyek didukung oleh ratusan tenaga kerja yang bekerja tanpa mengenal waktu. Dalam satu lokasi, jumlah pekerja dapat mencapai 400 hingga 600 orang yang bekerja secara bergantian siang dan malam demi memastikan target nasional dapat tercapai. Dedikasi ini menjadi fondasi utama dalam menjaga ritme pembangunan tetap optimal,” ujar Dian dalam keterangan resmi, Senin, 27 April.
Sebagai kontraktor pelaksana, sambung Dian, perusahaan memastikan percepatan pembangunan tidak hanya berfokus pada target waktu, tetapi juga tetap mengedepankan kualitas pekerjaan dan keselamatan kerja. Penguatan manajemen proyek, peningkatan pengawasan teknis, serta penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dilakukan secara ketat di seluruh lokasi proyek.
Selain itu, kata Dian, budaya kerja yang dibangun perusahaan juga menekankan nilai kebersamaan dan gotong royong. Di lapangan, tidak ada sekat antara mandor, engineer, hingga pimpinan proyek.
Dalam situasi tertentu, sambung Dian, seluruh tim turun langsung membantu pekerjaan guna memastikan progres tetap berjalan dan keselamatan tetap terjaga. Menurut dia, solidaritas ini menjadi kekuatan yang mempercepat penyelesaian proyek di tengah berbagai tantangan.
“Komitmen terhadap keselamatan kerja menjadi prioritas utama perusahaan. Setiap aktivitas proyek diawali dengan safety briefing dan penggunaan alat pelindung diri (APD) secara disiplin. Bagi Brantas Abipraya, keselamatan bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, melainkan bagian dari budaya kerja dan tanggung jawab terhadap setiap insan proyek,” ucapnya.
Dia bilang berbagai tantangan di lapangan, mulai dari cuaca ekstrem, medan yang kompleks, hingga keterbatasan logistik, dihadapi dengan semangat pantang menyerah.
Lebih lanjut, Dian mengatakan, hal ini juga sejalan dengan nilai perusahaan dalam menjaga kualitas, ketepatan waktu, dan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap proyek.
“Selain itu, setiap proyek yang digarap Brantas Abipraya ini juga memberikan dampak sosial yang signifikan dengan melibatkan tenaga kerja lokal. Kehadiran proyek membuka peluang peningkatan keterampilan dan taraf hidup masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat peran pembangunan infrastruktur sebagai penggerak ekonomi daerah,” jelasnya.
Dian menegaskan keberhasilan percepatan proyek Sekolah Rakyat ini tidak terlepas dari peran besar para pekerja di lapangan.
“Dedikasi dan kerja keras para pekerja merupakan kunci utama di balik setiap progres pembangunan Sekolah Rakyat. Mereka bekerja dengan komitmen tinggi dalam berbagai kondisi, menunjukkan semangat luar biasa untuk menyelesaikan proyek ini dengan kualitas terbaik,” katanya.
Di samping itu, Dian bilang percepatan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kontribusi nyata Brantas Abipraya dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya pemerataan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
BACA JUGA:
Dian juga memastikan Brantas Abipraya berkomitmen untuk terus menjaga kualitas, ketepatan waktu, dan keselamatan dalam setiap proyek yang dikerjakan. Perusahaan juga akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan proyek berjalan optimal, transparan, dan akuntabel.
“Proyek Sekolah Rakyat ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul Indonesia. Kami berkomitmen mengebut penyelesaian proyek ini, tentunya dengan mengutamakan kualitas terbaik, serta tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja,” pungkas Dian.
Salah satu pekerja proyek, Budi mengaku bangga dapat terlibat dalam pembangunan sekolah yang dinilai memiliki manfaat jangka panjang. Menurut Budi, pembangunan sekolah memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar pekerjaan konstruksi.
“Setiap adukan semen yang saya kerjakan, saya bayangkan untuk masa depan anak-anak saya. Walaupun jauh dari keluarga, saya bangga karena ini bukan sekadar pekerjaan, tapi kontribusi untuk masa depan mereka dan anak-anak Indonesia,” kata Budi.