Bagikan:

JAKARTA – Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) bersama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) menggelar penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Periode II/2026.

Program ini kembali menegaskan peran Simpeda sebagai salah satu motor penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di jaringan Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widiyatmoko mengungkapkan, hingga akhir 2025 jumlah penabung Simpeda secara nasional telah mencapai lebih dari 8,9 juta nasabah.

Angka ini melonjak sekitar 104 persen dibandingkan periode sebelumnya.

“Program Simpeda terbukti menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan DPK sekaligus memperluas inklusi keuangan,” ujar Bambang.

Dari sisi kinerja, Bank Jateng sebagai tuan rumah mencatat pertumbuhan tabungan Simpeda sebesar 12 persen secara tahunan atau setara Rp2,2 triliun pada 2025.

Menurut Bambang, undian Simpeda tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi strategi pemasaran untuk meningkatkan loyalitas nasabah dan menarik dana murah di tengah persaingan industri perbankan.

Sekretaris Jenderal Asbanda Rokidi menambahkan, Simpeda menjadi produk pemersatu BPD di seluruh Indonesia sekaligus penopang pertumbuhan bisnis bank daerah.

“Produk ini menjadi kekuatan utama yang menyatukan BPD dari Sabang sampai Merauke,” katanya.

Adapun total hadiah undian mencapai Rp3 miliar, dengan hadiah utama Rp500 juta dimenangkan nasabah Bank Sumsel Babel.

Ke depan, Asbanda menargetkan penguatan fitur dan layanan Simpeda agar tetap kompetitif di tengah digitalisasi perbankan.

Penarikan undian berikutnya dijadwalkan berlangsung di Bengkulu pada Agustus 2026.