Bagikan:

JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim (BJTM) melaporkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp1,54 triliun, atau tumbuh 20,65 persen jika dibandingkan 2024 yang sebesar Rp1,28 triliun.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menyampaikan perolehan laba tersebut ditopang oleh penyaluran kredit (bank only) yang berhasil tumbuh konservatif sebesar 4,98 persen (year on year/yoy) atau senilai Rp67,24 triliun pada periode yang sama.

Dia menambahkan, komposisi penyaluran kredit tersebut terdiri dari kredit konsumer Rp36,54 triliun atau meningkat 6,20 persen (yoy) dan kredit produktif sebesar Rp 30,7 triliun atau meningkat 3,55 persen (yoy).

Winardi menyampaikan di tengah dinamisnya kondisi ekonomi di berbagai level, manajemen telah mengimplementasikan beberapa strategi untuk menjaga performa bisnis dan keuangan Bank Jatim.

"Antara lain keseimbangan dalam pengelolaan Dana Pihak Ketiga dengan memperbesar rasio dana murah dan juga penerbitan obligasi untuk mendukung portofolio stable fund Bank," ujarnya dalam konferensi pers, Senin, 30 Maret.

Selain itu, ia menyampaikan Bank Jatim juga melakukan penyaluran pinjaman yang lebih selektif pada sektor prospektif dengan paralel memperdalam penetrasi bisnis kredit konsumer, disiplin dalam pengaturan untuk pos pendapatan dan beban melalui efisiensi dan peningkatan transaksi digital untuk meningkatkan pendapatan nonbunga, serta agresif mengendalikan kualitas aset agar sesuai dengan risk appetite.

Dia menegaskan pihaknya juga melanjutkan journey transformasi melalui 5 pilar utama yaitu aspek tata kelola dan manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, peningkatan kompetensi manpower sebagai asset utama, penguatan teknologi informasi dan digitalisasi proses bisnis, serta optimalisasi sinergi bisnis untuk kelompok usaha bank.

Adapun nilai asset Bank Jatim pada 2025 capai Rp105,8 triliun atau tumbuh 3,70 persen (yoy) dengan komposisi asset berasal dari kontribusi asset produktif, antara lain peningkatan penyaluran kredit sebesar Rp67,2 Triliun atau meningkat sebesar 4,98 persen (yoy), pengelolaan bisnis treasury, hingga dana pihak ketiga yang tumbuh sebesar 1,43 persen (yoy).

Winardi menambahkan, di tahun 2025, fokus manajemen menitikberatkan pada penetrasi dana murah dengan menggunakan pola pendekatan transaction banking dan juga berbasis pada bisnis ekosistem untuk meningkatkan jumlah dana dan juga jumlah nasabah.

Menurut dia, hal ini terefleksikan pada kinerja dana pihak ketiga seperti giro sebesar Rp 21,4 Triliun atau meningkat 12,5 persen (yoy).

Kemudian dari sisi Number of Account (NoA), peningkatan jumlah nasabah sebesar 5,64 persen (yoy) atau total nasabah Dana Pihak Ketiga Bank Jatim sejumlah 10,915,749.

Dia menambahkan kinerja yang baik tersebut turut mendukung pencapaian kinerja konsolidasi Bank Jatim sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan pertumbuhan signifikan di berbagai indikator utama.

Adapun pencapaian Bank Jatim secara konsolidasi tahun 2025 yaitu total aset meningkat sebesar 42,93 persen (yoy), dari Rp118,142 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp168,855 triliun pada tahun 2025.

Penyaluran pinjaman juga mengalami pertumbuhan yang kuat, naik 46,65 persen dari Rp75,35 triliun menjadi Rp110,503 triliun.

Sejalan dengan itu, laba bersih Bank Jatim secara konsolidasi juga turut mencatatkan kenaikan sebesar 24,80 persen (yoy), dari Rp1,296 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp1,617 triliun pada tahun 2025.

"Capaian ini mencerminkan fundamental bisnis yang solid serta efektivitas strategi perusahaan dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan," tuturnya.

Winardi juga menegaskan, manajemen terus berupaya untuk melakukan perbaikan kualitas asset melalui beberapa langkah yaitu melakukan mekanisme hapus buku sebesar Rp1,03 triliun dengan prosentase recovery rate sebesar 18,6 persen atau equivalen Rp192 miliar dan restrukturisasi sebagai langkah penyelamatan debitur yang mengalami pemburukan kolektibilitas.

Adapun total kredit yang telah direstrukturisasi oleh Bank Jatim sebesar Rp4.17 triliun.

Selain itu, Winardi menyampaikan perseroan juga agresif melakukan incentive penagihan extracomtable untuk menstimulus peningkatan penerimaan dari kredit hapus buku, memberikan keringanan bunga dan denda untuk mendorong debitur melakukan pelunasan, hingga pelunasan sebagian agunan dan fleksibilitas dalam penyelesaian penebusan agunan untuk akselerasi penyelesaian kredit.

”Kami rutin monitoring & controlling secara berkala (mingguan, 2 mingguan dan bulanan) kinerja penanganan kredit bermasalah yang dipimpin oleh Direksi,” terangnya.

Selanjutnya terkait rencana Kelompok Usaha Bank dengan beberapa Bank Pembangunan Daerah, di tahun 2025 Bank Jatim telah memfinalisasi seluruh tahapan dan secara resmi Bank Jatim telah menjadi induk atas 5 Bank Pembangunan Daerah (BPD) yaitu Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT.

Dengan demikian, sinergi untuk aspek permodalan telah terimplementasi secara tuntas.

”Untuk di tahun 2026 ini kami akan memaksimalkan sinergi di bidang bisnis dan keuangan serta aspek support lainnya sebagai enabler,” tutur Winardi.

Dia menambahkan, guna menopang kinerja bisnis dan meningkatkan market share, Bank Jatim didukung oleh jaringan fisik kantor cabang yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur dan layanan transaksi via digital yang memungkinkan nasabah dan bertransaksi dimana saja tanpa batasan.

Adapun untuk JConnect sendiri, sepanjang tahun 2025 berhasil mencetak angka yang positif di mana pengguna JConnect Mobile sukses mencapai 993.972 user atau tumbuh 22,40 persen (yoy).

Sementara untuk total transaksinya berada di angka Rp65,77 triliun, naik 29,55 persen (yoy).

Sementara itu, user JConnect IB Corporate berada di angka 11.199 atau naik 14,79 persen (yoy) dengan jumlah transaksi sebesar Rp 23,36 triliun.

Kemudian, QRIS Bank Jatim sendiri sudah mencapai 203.725 user dengan nilai transaksi sebesar Rp3,94 triliun atau tumbuh 47,25 persen (yoy).

Selain itu, ia menambahkan, untuk memaksimalkan layanan perbankan untuk daerah yang memiliki potensi bisnis besar, Bank Jatim juga memaksimalkan layanan melalui AGEN JATIM.

Menurutnya, selain utilitas transaksi perbankan, AGEN JATIM juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan penyaluran kredit utamanya melalui metode referral dengan total agen sebanyak 14,842 agen.