Bagikan:

JAKARTA - Sistem perdagangan dunia makin tertekan. Di tengah naiknya proteksionisme dan ketidakpastian ekonomi, sejumlah pejabat dan mantan pejabat meminta peran Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO diperkuat agar sengketa dagang tidak makin melebar.

Sejumlah pejabat dan mantan pejabat pemerintah dalam subforum Boao Forum for Asia 2026 di Boao, Hainan, menilai globalisasi belum berakhir. Namun, perdagangan dunia kini memasuki fase yang lebih rumit karena makin dipengaruhi aturan, kepentingan politik, dan tekanan geopolitik.

China Daily dikutip Rabu, 25 Maret melaporkan, mantan Perdana Menteri Italia Paolo Gentiloni mengatakan perdagangan global akan tetap berjalan. Yang menjadi soal, kata dia, apakah sistem itu masih berdiri di atas aturan atau justru ditentukan oleh kekuatan. Menurut dia, jalan keluarnya bukan proteksionisme, melainkan kerja sama untuk mengelola perbedaan dan mencegah konflik dagang.

Gentiloni juga menilai WTO perlu diperkuat agar sengketa dagang bisa ditangani dan stabilitas perdagangan global tetap terjaga.

Wakil Gubernur Bank Sentral Hungaria Daniel Palotai, masih dikutip dari China Daily mengingatkan, perpecahan dalam sistem perdagangan global sudah mulai menekan kepercayaan pelaku usaha dan investasi. Jika terus berlanjut, dampaknya bisa masuk ke pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.

Mantan Menteri Perdagangan AS Carlos Gutierrez, juga melihat ekonomi dunia sulit kembali ke pola lama dalam waktu dekat. Dalam jangka pendek, ia memperkirakan perjanjian bilateral dan regional akan makin dominan, sementara aturan global makin melemah.

Data Administrasi Umum Kepabeanan China menunjukkan perdagangan China dengan AS turun 16,9 persen dalam dua bulan pertama tahun ini menjadi 609,71 miliar yuan atau sekitar US$88,44 miliar. Sebaliknya, perdagangan China dengan negara mitra Belt and Road Initiative naik 20 persen menjadi 4,02 triliun yuan.

Mantan kepala ekonom WTO Robert Koopman, masih dari China Daily, mengatakan tarif bukan penentu utama arah perdagangan global. Menurutnya, perubahan teknologi dan inovasi justru punya pengaruh yang jauh lebih besar.

Di tengah situasi itu, China akan mengirim delegasi ke Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-14 di Yaounde, Kamerun, sambil mendorong negara berkembang agar lebih terlibat dalam sistem perdagangan multilateral.