JAKARTA – Menjelang perayaan Idulfitri 1447 H, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memberikan jaminan kenyamanan bagi warga ibu kota. Pasokan listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya dipastikan dalam kondisi aman, andal, bahkan surplus selama periode mudik dan Lebaran 2026.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah menjaga titik-titik vital, baik bagi warga yang merayakan Lebaran di Jakarta maupun mereka yang sedang dalam perjalanan mudik.
“Tugas utama kami adalah memastikan masyarakat bisa menikmati listrik dengan aman dan tanpa gangguan. Saat ini, pasokan listrik untuk Jakarta Raya masih dalam kondisi surplus,” ujar Andy saat ditemui di acara Media Briefing Kesiapan Pasokan Listrik Idulfitri 2026 dan Buka Puasa Bersama, kantor PLN UID Jakarta Raya, Gambir, Jumat 13 Maret.
Fokus pada Objek Vital dan Masjid Istiqlal
Bukan sekadar menjaga jaringan kabel, PLN juga menerjunkan personel untuk bersiaga di lokasi strategis. Beberapa titik pantauan utama meliputi pusat transportasi seperti Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, Pelabuhan Tanjung Priok, hingga Bandara Halim Perdanakusuma.

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin menekankan pasokan listrik di Jakarta aman selama Idulfitri 1447 H. (Dok VOI)
Selain itu, sisi spiritual juga tak luput dari perhatian. PLN mengidentifikasi sekitar 590 masjid yang akan mendapatkan dukungan keandalan listrik khusus. Masjid Istiqlal menjadi prioritas utama mengingat masjid terbesar di Asia Tenggara ini akan menjadi lokasi Salat Id bagi Presiden (RI 1) dan pejabat negara.
"Beberapa hari lalu kami sudah mengecek langsung ke Masjid Istiqlal. Kami ingin memastikan suplai listrik di sana stabil agar pelaksanaan Salat Id berjalan khidmat tanpa kendala teknis," tambah Andy.
Mudik Aman dengan 673 Titik SPKLU
Bagi para pemilik kendaraan listrik (EV) yang berencana mudik, PLN membawa kabar baik. Sebanyak 673 titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah disiagakan di berbagai lokasi strategis di bawah naungan UID Jakarta Raya.
Tak hanya menyediakan unit pengisian, PLN juga mendirikan posko siaga di titik-titik SPKLU yang diprediksi akan ramai pemudik, seperti di kawasan Gambir, Rest Area KM 10, KM 6, hingga jalur arah Bintaro.
"Pengguna mobil listrik tidak perlu khawatir. Titik pengisian kami sangat banyak dan tersebar luas," tuturnya optimis.
BACA JUGA:
Tantangan di Balik Penurunan Beban Listrik
Fenomena unik terjadi di Jakarta setiap musim Lebaran: beban listrik justru menurun drastis. Jika pada hari biasa beban puncak rata-rata mencapai 5.000 megawatt, saat Lebaran angka tersebut diprediksi merosot hingga ke level 2.000 megawatt karena ditinggal pemudik.
Namun, Andy menjelaskan bahwa beban rendah bukan berarti petugas bisa bersantai. Justru, kondisi ini memerlukan pengawasan ekstra karena sistem kelistrikan harus tetap stabil saat pola konsumsi berubah drastis.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, PLN menyiagakan 17 unit tim teknis yang tersebar di berbagai wilayah, didukung oleh posko siaga pusat di kantor UID Jakarta Raya.
"Kami tetap siaga penuh. Meskipun beban turun, kewaspadaan kami tetap tinggi demi memastikan Jakarta tetap terang selama hari raya," pungkasnya.