Bagikan:

JAKARTA - Ruas Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo yang sempat tertutup longsor kini sudah dapat dilewati secara terbatas oleh kendaraan.

Akses jalan itu sebelumnya tertutup material baru besar dari tebing di KM 16, Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur.

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali Ditjen Bina Marga melakukan penanganan intensif untuk membersihkan material longsor yang menutup seluruh badan jalan.

Longsor terjadi pada Selasa, 3 Maret, sekitar pukul 17.30 WIB setelah wilayah Kecamatan Tugu dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi sejak pukul 14.30 WIB. Material longsoran berupa batu berukuran besar menutup akses kendaraan roda dua maupun roda empat.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, menjaga konektivitas menjadi prioritas utama pemerintah dalam situasi darurat bencana.

"Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan dan distribusi logistik tidak terhenti," ujar Dody dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 6 Maret.

Untuk menangani longsor tersebut, BBPJN Jawa Timur–Bali melalui tim PPK 2.3 Provinsi Jawa Timur menurunkan personel dan sejumlah alat berat guna membersihkan material batu dari badan jalan.

Penanganan difokuskan pada pemecahan batu berukuran besar yang memiliki estimasi volume sekitar 68 meter kubik. Dalam prosesnya, tim mengerahkan empat unit alat berat, yaitu satu unit breaker, dua unit ekskavator dan satu unit loader.

Material batu besar terlebih dahulu dipecah menggunakan breaker. Setelah itu, serpihannya diangkat menggunakan ekskavator dan loader untuk membuka badan jalan.

Kepala BBPJN Jatim Bali Ditjen Bina Marga Javid Hurriyanto menerangkan, penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan faktor keselamatan karena masih ada potensi guguran batu dari tebing di sekitar lokasi.

"Penanganan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan pemecahan batu besar terlebih dahulu menggunakan breaker. Setelah material terpecah, baru dilakukan pengangkutan agar badan jalan bisa segera dibuka," katanya.

Setelah pembersihan dilakukan, akses Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo kini telah dapat dilalui secara terbatas oleh kendaraan.

Meski begitu, pengguna jalan diminta tetap berhati-hati saat melintas karena proses pembersihan material dan pengamanan lereng masih terus dilakukan di longsor.

Hasil pemeriksaan di lapangan juga menunjukkan struktur tembok penahan tanah di lokasi tidak mengalami kerusakan struktural akibat pergerakan tanah. Kerusakan terjadi hanya berupa retakan akibat benturan material batu.

Selama penanganan berlangsung, Kementerian PU juga berkoordinasi dengan BPBD Trenggalek, TRC-PB Multisektor, TNI, Polri serta masyarakat setempat untuk melakukan asesmen lokasi dan pengaturan lalu lintas.

Kementerian PU juga berkoordinasi dengan BPBD Trenggalek, TRC-PB multisektor, TNI, Polri serta masyarakat setempat untuk melakukan asesmen lokasi dan pengaturan lalu lintas.

Selain itu, jalur alternatif juga disiapkan bagi pengguna jalan selama penanganan berlangsung.