Bagikan:

JAKARTA - Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bersama mitra menyalurkan ratusan paket bantuan untuk pemenuhan gizi ibu dan anak di wilayah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Program ini menyasar dua desa yang dinilai masih minim menerima bantuan kemanusiaan, yakni Desa Serba dan Desa Pematang Durian.

Kegiatan tersebut tidak hanya berupa distribusi bantuan, tetapi juga edukasi gizi yang dikemas secara interaktif melalui gimmick dan storytelling bagi ibu dan anak. Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan ibu dan balita, susu dan makanan bergizi, serta perlengkapan sekolah untuk anak.

Dalam pelaksanaannya, YAICI berkolaborasi dengan PC Muhammadiyah Sama Dua Aceh Selatan serta Bossmama, platform media parenting yang dikelola influencer Sabrina Anggraini.

Ketua PC Muhammadiyah Sama Dua Aceh Selatan, Denni Taufiqurrahman, menjelaskan pemilihan Desa Serba dan Desa Pematang Durian dilakukan berdasarkan pemetaan awal wilayah terdampak dan identifikasi kebutuhan paling mendesak.

“Sejak awal bergerak bersama YAICI, kami melakukan pemetaan wilayah sasaran serta kebutuhan masyarakat, terutama untuk ibu dan anak yang merupakan kelompok rentan namun kerap terabaikan,” ujar Denni.

Secara keseluruhan, YAICI bersama mitra menyalurkan 184 paket balita, 150 paket anak, dan 120 paket dewasa kepada masyarakat terdampak. Paket bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok usia agar intervensi lebih tepat sasaran dan tidak bersifat seragam.

Denni menilai pendekatan berbasis kebutuhan tersebut efektif dan tepat. Ia pun mengimbau relawan yang akan turun ke lokasi bencana agar memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

“Relawan diharapkan memberi bantuan yang memang dibutuhkan oleh masyarakat sekitar,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal YAICI, Satria Yudistira, menegaskan bahwa intervensi yang dilakukan tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga edukatif. Pihaknya memberikan pemahaman terkait pemenuhan gizi yang baik bagi anak, termasuk mengenai konsumsi pangan siap saji seperti mi instan dan produk kental manis.

Menurutnya, produk kental manis memiliki kandungan gula tinggi dan nilai gizi rendah, sehingga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang jika dikonsumsi berlebihan. Ia juga mengingatkan bahwa kental manis bukanlah susu dan tidak dapat disamakan sebagai sumber gizi utama bagi anak.

“Kami sampaikan secara sederhana kepada anak-anak dan orang tua bahwa kental manis bukan susu dan tidak boleh sering dikonsumsi karena bisa berdampak pada kesehatan jika berlebihan,” ujar Satria.

Melalui kolaborasi lintas organisasi dan pendekatan berbasis kebutuhan, YAICI berharap intervensi ini tidak hanya membantu pemulihan pascabencana, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi yang tepat bagi anak.