Bagikan:

MEDAN — Pagi itu, suasana di kantor regional PTPN IV PalmCo di Kota Medan tampak berbeda. Ratusan karyawan yang biasanya bergelut dengan laporan produksi dan operasional kebun, turun langsung ke lapangan.

Mereka menyisir halaman kantor hingga bantaran sungai di sekitar area kerja. Memunguti sampah plastik, botol bekas, dan limbah rumah tangga yang tersangkut di aliran air.

Aksi bersih lingkungan ini digelar serentak di sejumlah unit sebagai respons cepat atas arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan budaya hidup bersih dan pelestarian lingkungan dalam semangat “Indonesia Asri”.

Bagi manajemen PTPN IV PalmCo, sub holding PTPN III (Persero), langkah tersebut bukan sekadar kegiatan simbolik. Perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit itu ingin menunjukkan bahwa instruksi Presiden diterjemahkan ke dalam tindakan konkret di lapangan, tanpa menunggu waktu lama.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, tampak ikut memunguti sampah anorganik di bantaran sungai sekitar kantor regional. Dari plastik kemasan hingga sepatu bekas, berbagai jenis sampah diangkat dari air yang keruh.

“Masih banyak sampah rumah tangga yang dibuang langsung ke sungai. Ini memprihatinkan. Kita mulai dari diri sendiri dan lingkungan kerja kita,” katanya di sela kegiatan.

Menurut Jatmiko, lingkungan yang bersih bukan hanya soal estetika. Ia meyakini, kebersihan turut memengaruhi suasana kerja dan produktivitas.

“Kalau lingkungan bersih, hati dan pikiran juga lebih jernih. Semangat bekerja pun berbeda. Semoga dapat menjadi aksi bersih bersama warga yang berkesinambungan,” tuturnya.

Langkah cepat ini sekaligus menjadi pesan soal keberlanjutan industri perkebunan tak bisa dilepaskan dari tanggung jawab lingkungan. PalmCo memandang dirinya bukan hanya entitas bisnis, tetapi juga bagian dari ekosistem sosial dan alam di sekitarnya.

Aksi bersih lingkungan PTPN IV PalmCo di Medan, Sumatera Utara

Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, menerangkan kegiatan corve atau kerja bakti bersama memberi perspektif nyata tentang kondisi lingkungan sekitar perusahaan. “Keberlanjutan tidak cukup menjadi konsep di atas kertas. Harus dihidupi lewat tindakan sehari-hari,” ujarnya.

Di lapangan, sekat jabatan nyaris tak terlihat. Pegawai staf, manajer, hingga jajaran direksi bekerja berdampingan. Suasana santai diselingi canda, namun tetap produktif. Selain memperkuat soliditas internal, kegiatan fisik semacam ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan di tengah rutinitas kerja yang padat.

Manajemen berharap aksi serentak ini tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari. Program serupa diplot menjadi agenda rutin dan diperluas ke unit kebun dan pabrik di berbagai daerah. Termasuk melibatkan masyarakat sekitar perusahaan.

Di tengah berbagai sorotan terhadap praktik industri perkebunan, langkah cepat menindaklanjuti arahan Presiden menjadi penting. Pesannya jelas: komitmen terhadap “Indonesia Asri” bahkan dapat dimulai dari lingkungan terkecil dan dimulai dengan sapu, karung sampah, serta yang utama, kemauan guna turun langsung membersihkan lingkungan sekitar.