Bagikan:

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menargetkan tingkat kerusakan jalan di ruas tol kelolaan bisa berkurang sebelum momentum Ramadan 2026.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono mengakui, jalanan berlubang saat ini masih menjadi masalah serius di sejumlah ruas jalan tol.

Atas kondisi tersebut, dia pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan dan berjanji akan menyelesaikan perbaikan dalam waktu dekat.

"Kami meminta maaf apabila ada ketidaknyamanan karena lubang di jalan tol. Tapi itu terjadi di seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), artinya bukan hanya (tol kelolaan) Jasa Marga," ujar Rivan dalam konferensi pers Mobile Apps Travoy di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dikutip Selasa, 10 Februari.

"Ini karena hujan cukup panjang dan beban kendaraan di luar semestinya. Makanya ada isu Over Dimension Over Loading (ODOL). Bukan karena kualitasnya, tetapi memang bebannya," sambung dia.

Menurut Rivan, perbaikan mulai dilakukan sejak kerusakan meningkat akibat hujan terjadi hampir dua pekan berturut-turut.

"Ketika kemarin marak lubang karena hujan hampir dua minggu, kami sudah mulai melakukan penanganan," katanya.

Dalam proses penanganan, Jasa Marga menerapkan dua skema perbaikan sesuai tingkat kerusakan.

Untuk kerusakan ringan dilakukan penambalan cepat, sementara kerusakan berat dilakukan pelapisan ulang atau overlay.

"Ada perbaikan minor bisa langsung kami tanggulangi dan yang harus menggunakan overlay," terang Rivan.

Saat ini, sekitar 60 persen titik kerusakan telah diperbaiki.

"Kami targetkan minggu depan atau mulai bulan puasa, jumlah lubang sudah mengecil. Kalau tidak cepat diperbaiki, ini akan terus bertambah," jelas dia.

Lebih lanjut, Rivan memastikan, seluruh ruas tol akan berada dalam kondisi optimal saat memasuki periode mudik Lebaran mendatang.

"Menjelang mudik, kami pastikan semua jalan sudah berfungsi dengan baik untuk masyarakat," pungkasnya.