Bagikan:

JAKARTA – Ketua Umum PASBATA Prabowo, David Febrian, menegaskan bahwa keputusan Presiden RI Prabowo Subianto bergabung dalam kerja sama Peace of Border bersama Amerika Serikat merupakan langkah diplomasi perdamaian dan stabilitas global, bukan bentuk keberpihakan Indonesia terhadap konflik geopolitik tertentu.

David menilai munculnya narasi yang menyebut Indonesia mendukung Israel sebagai upaya penggiringan opini yang tidak berdasar dan berpotensi mengganggu stabilitas politik serta kepercayaan publik.

“Isu ini sengaja dipelintir. Padahal Peace of Border bukan aliansi militer dan tidak berkaitan dengan dukungan terhadap pendudukan ilegal. Ini murni kerja sama diplomasi keamanan dan kemanusiaan,” ujar David, Senin (2/2).

Ia menjelaskan, keterlibatan Indonesia justru memperkuat posisi tawar nasional di forum global, terutama dalam memperjuangkan prinsip hukum internasional, perlindungan warga sipil, dan penyelesaian konflik secara damai.

Menurut David, konsistensi dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina bersifat konstitusional dan tidak berubah. Upaya membangun narasi sebaliknya dinilai berisiko menciptakan ketidakpastian politik yang dapat berdampak pada persepsi investor dan hubungan internasional.

“Stabilitas diplomasi adalah bagian dari fondasi ekonomi. Indonesia memilih kepemimpinan aktif di panggung global demi menjaga kepentingan nasional,” tegasnya.

PASBATA mengimbau masyarakat untuk bersikap kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah persatuan nasional.