JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi terbang ke Sulawesi Selatan dan meninjau langsung operasi pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan pegunungan Gunung Bulusaraung.
Kunjungan dilakukan melalui Posko SAR Alternatif Jalur Utama (AJU) di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.
Posko ini menjadi titik komando terdekat dengan lokasi penemuan serpihan pesawat yang dioperasikan Indonesia Air Transport (IAT).
Menhub Dudy memastikan seluruh informasi resmi perkembangan pencarian akan disalurkan melalui Basarnas.
“Secara teknis, pencarian ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Basarnas sebagai leading sector. Basarnas telah bekerja dan terkoordinir dengan baik, dengan bantuan dari Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan seluruh pihak terkait. Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas kolaborasi dari seluruh pihak,” tutur Dudy dalam keterangan resmi, Senin, 19 Februari.
Dudy juga menyampaikan apresiasi dan dukungan moral bagi ribuan personel SAR dan relawan yang berjibaku di lapangan menghadapi medan terjal serta cuaca ekstrem. Menurutnya, selama dua hari operasi telah terlihat kemajuan berarti.
“Sudah dua hari kami lakukan operasi pencarian dan banyak kemajuan yang dilakukan teman-teman di lapangan. Sekali lagi terima kasih atas kerja sama yang solid. Ini menunjukkan bahwa negara betul-betul hadir dalam rangka melayani masyarakat untuk menemukan para korban,” ujarnya.
Dia menekankan, para petugas tetap mengutamakan keselamatan, mematuhi prosedur pencarian yang ditetapkan Basarnas, dan menghindari potensi bertambahnya korban jiwa di tengah operasi yang masih berlangsung.
BACA JUGA:
Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya M. Syafi’i menegaskan tim SAR berhasil menemukan titik jatuh pesawat dalam waktu kurang dari 24 jam setelah dilaporkan hilang.
Fokus operasi saat ini bergeser pada pencarian korban dan proses evakuasi.
Dengan dukungan TNI-Polri, pemerintah daerah, dan relawan masyarakat, operasi SAR dipastikan terus berjalan memaksimalkan waktu penyelamatan yang disebut masih berada dalam masa golden time.
“Hambatan-hambatan yang kita hadapi tentunya dari cuaca dan kondisi medan, sehingga operasi yang diikuti oleh lebih dari 1.200 personel memang kita fokuskan untuk menemukan dan mengevakuasi korban. Kami harapkan ada keajaiban dan tim SAR bisa menemukan seluruh korban,” kata Syafi’i.