Bagikan:

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2026 mencapai 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan.

Ia menambahkan dari capaian tersebut, devisa pariwisata diproyeksikan berada di kisaran Rp22 miliar–Rp24,7 miliar, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat menjadi 4,5–4,7 persen.

"Memasuki tahun 2026 ini sesuai dengan apa yang disampaikan tadi oleh Ibu Menteri Pariwisata, target akhir tahun 2025 yang diproyeksikan mencapai 15 juta kunjungan wisman ini sudah tercapai, dan di tahun 2026 targetnya sebesar 16-17,6 juta kunjungan. Pendapatan devisanya diperkirakan antara Rp22 sampai Rp24,7 miliar dan kontribusinya terhadap PDB bisa naik menjadi 4,5 sampai 4,7 persen,” jelasnya dalam keterangannya, dikutip Selasa, 13 Januari.

Ia menambahkan pemulihan sektor pariwisata dinilai berlangsung sangat kuat yaitu hingga kuartal III-2025, kontribusi sektor ini terhadap PDB tercatat sebesar 3,96 persen dan pada periode yang sama, devisa pariwisata mencapai 13,82 miliar dolar AS, didukung oleh penyerapan tenaga kerja yang mencapai 25,91 juta orang.

Berdasarkan data hingga November 2025, total kunjungan wisman mencapai 13,98 juta dan pada kuartal III-2025, rata-rata pengeluaran wisatawan asing per kunjungan tercatat sebesar 1.259 dolar AS.

Adapun negara asal wisman terbanyak berasal dari Malaysia (17,3 persen), Australia (11,3 persen), Singapura (10,5 persen), dan Tiongkok (8,8 persen).

Airlangga mengatakan dalam rapat tersebut, pemerintah menyepakati sejumlah pilar utama untuk memperkuat sektor pariwisata ke depan.

Ia menambahkan salah satunya adalah percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas, termasuk penguatan hubungan antarbandara lama dan bandara baru, serta pelaksanaan program terpadu antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya di destinasi prioritas.

Menurutnya Pemerintah juga akan melakukan evaluasi kebijakan visa guna mempermudah akses masuk wisman.

Selain itu, Airlangga menyampaikan transformasi tata kelola dan digitalisasi turut menjadi fokus, antara lain melalui perbaikan ekosistem penyelenggaraan event di daerah dengan sistem perizinan terintegrasi, serta penguatan standar keselamatan wisata melalui penyediaan asuransi pariwisata.

Pada aspek sumber daya manusia dan pembiayaan, ia menyampaikan Pemerintah akan meningkatkan daya saing tenaga kerja pariwisata melalui program peningkatan keterampilan (upskilling) dengan target 400 ribu orang per tahun.

Airlangga mengatakan keberlanjutan fiskal juga akan dijaga melalui pembentukan Indonesia Quality Tourism Fund (IQTF) serta pemberian insentif pajak berupa PPh Ditanggung Pemerintah (DTP) bagi tenaga kerja pariwisata pada 2025–2026.

Menjelang periode Lebaran, Airlangga menambahkan pemerintah juga akan menyiapkan berbagai program pendukung, termasuk diskon tiket transportasi dan potongan harga belanja seperti yang telah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya fasilitas visa turut menjadi salah satu topik pembahasan yang nantinya akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Jadi, secara keseluruhan target pariwisata di tahun 2026 ini, dengan melihat capaian di tahun 2025, maka dari seluruh K/L yang hadir tadi optimis bahwa target tersebut akan bisa dicapai,” pungkas Airlangga.