Bagikan:

BALIKPAPAN - Presiden Prabowo Subianto menegaskan target swasembada energi nasional. Ia menilai Indonesia sebenarnya mampu, namun selama ini tidak memiliki kemauan kuat dalam pengelolaan dan pengambilan keputusan.

“Kita mampu. Selama ini menurut saya tidak ada will,” kata Prabowo dalam pidatonya saat meresmikan Kilang Minyak Terintegrasi Pertamina Balikpapan, 12 Januari.

Prabowo mengungkap pemerintah akan memulai 10 hingga 11 proyek hilirisasi dalam waktu dekat dengan nilai sekitar 6 miliar dolar. Selain itu, tender 34 proyek waste to energy juga akan dibuka untuk mengubah sampah menjadi listrik.

Ia menyebut penumpukan sampah di kota-kota sudah berada pada tahap mengkhawatirkan dan berpotensi menjadi bencana. Proyek-proyek tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun hingga berfungsi penuh.

Presiden juga menyinggung capaian program makan bergizi yang sebelumnya diragukan banyak pihak. Saat ini, program tersebut telah menjangkau 58 juta penerima manfaat, termasuk ibu hamil dan lansia yang diantar makanan ke rumah.

“Negara yang dianggap enggak bisa apa-apa, hari ini bisa kasih makan 58 juta orang tiap hari,” ujar Prabowo.

Ia menargetkan jumlah penerima manfaat meningkat menjadi 82 juta orang pada Desember 2026. Menurut Prabowo, capaian tersebut kini dibicarakan secara internasional dan menjadi studi kasus.

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan Pertamina harus kembali menjadi national champion, agent of development, dan agent of modernization yang efisien serta benar-benar bekerja untuk kepentingan bangsa.