Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama BUMN Karya dan TNI terus berupaya memulihkan kegiatan belajar mengajar pascabanjir bandang di Provinsi Aceh akhir November 2025.

Berdasarkan data penanganan bencana di Sumatera per Senin, 29 Desember 2025, sedikitnya ada delapan sekolah yang dilakukan pembersihan pascabencana di wilayah terdampak.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk membersihkan SMP Swasta Islam Ma’arif, SD Negeri 1 Kuala Simpang serta SMK Maimun Habsyah.

Pekerjaan difokuskan pada pembersihan ruang kelas, halaman sekolah, saluran drainase dan area pendukung lainnya terdampak banjir bandang.

Berikutnya, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk membersihkan MIN 2 Aceh Tamiang, SMP Negeri 2 Karang Baru serta SMK Negeri 3 Karang Baru.

Kemudian, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk turut terlibat membersihkan SD Negeri 2 Karang Bundar dan SD Negeri 1 Karang Baru.

Untuk mendukung percepatan pekerjaan, dikerahkan berbagai peralatan seperti dump truck, wheel loader PC 200, excavator PC 75 dan PC 200 serta peralatan manual berupa sekop, plastik bag, alat sikat, alat pel dan gerobak arko.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pemulihan sarana pendidikan menjadi salah satu prioritas penanganan di daerah terdampak bencana.

Dengan memastikan sekolah kembali berfungsi, pemerintah hadir menjaga keberlanjutan proses belajar, stabilitas psikososial anak-anak serta kepercayaan masyarakat.

"Kami terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memastikan infrastruktur dasar, termasuk sarana pendidikan dapat segera pulih dan kembali melayani masyarakat secara optimal," kata dia.