JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa penyerapan anggaran kementerian dan lembaga (K/L) menunjukkan perbaikan signifikan menjelang akhir tahun.
Ia menambahkan, bahwa Kementerian Keuangan harus bekerja ekstra karena banyaknya permintaan tambahan anggaran dari K/L.
"Terus terang kita (Kementerian Keuangan) agak keteteran tuh karena mereka (K/L) minta duit terus, minta duit terus. Jadi kita agak kendalikan sedikit," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA, dikutip Jumat, 19 Desember.
Menurut Purbaya, kondisi ini mencerminkan kesiapan K/L yang semakin baik dalam merealisasikan anggaran dibandingkan pada awal tahun.
Meski begitu, ia menegaskan pemerintah belum berencana melakukan penyesuaian terhadap postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
"Apalagi mereka (K/L) takut kalau nggak bisa belanja, saya potong anggarannya. Jadi tahun depan mereka pasti akan lebih baik (menyerap anggaran). Jadi kita belum adjust APBN yang ada sekarang," ucap Purbaya.
Di sisi lain, terdapat pula sejumlah K/L yang mengembalikan sisa anggaran ke Kementerian Keuangan dan hingga Selasa, 16 Desember, nilai pengembalian tersebut tercatat mencapai Rp4,5 triliun.
Terlepas dari dinamika tersebut, Purbaya tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai target 5,2 persen pada 2025.
BACA JUGA:
Ia bahkan yakin pertumbuhan ekonomi berpeluang menembus 6 persen pada 2026, meskipun asumsi resmi pemerintah dalam APBN 2026 berada di level 5,4 persen.
"Sekarang saya kan sedang hidupkan semua mesin ekonomi. Fiskal sudah mulai jalan, moneter sudah semakin sinkron, iklim investasi akan diperbaiki. Saya tetap melihat 6 persen bukan angka yang mustahil untuk 2026, walaupun asumsi kita di 5,4 persen" pungkasnya.
Sebagai informasi, realisasi belanja negara hingga akhir November 2025 capai Rp2.911,8 triliun, atau 82,5 persen dari outlook semester I-2025 sebesar Rp3.527,5 triliun.
Adapun realisasi belanja negara per Novembet 2025 terdiri dari belanja pemerintah pusat tercatat sebesar Rp2.116,2 triliun atau 79,5 persen dari outlook sebesar Rp2.663,4 triliun, sedangkan Transfer ke Daerah (TKD) mencapai Rp795,6 triliun atau 92,1 persen dari outlook mencapai Rp864,1 triliun.