Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah berencana untuk menggabungkan BUMN sektor transportasi laut yakni PT Pelni (Persero) dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) ke PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

Lalu, bagaimana kabar merger ketiga perusahaan tersebut?

Direktur Utama Pelni, Tri Andayani mengaku belum mendapatkan arahan lebih lanjut terkait dengan rencana peleburan BUMN sektor transportasi laut.

Baik, dari pemerintah maupun Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara selaku pengelola BUMN.

Lebih lanjut, Tri Andayani bilang, terakhir ketiga perusahaan tersebut baru melakukan kajian dan koordinasi.

Adapun rencananya Pelindo direncanakan jadi induk usaha.

“Belum. Belum ada. Masih yang terakhir itu saja,” tuturnya di Jakarta, Rabu, 10 Desember.

Pada Mei 2025 lalu, Kementerian Perhubungan mengungkapkan proses kajian atau studi penggabungan tiga perusahaan tersebut belum rampung.

Sekadar informasi, rencana penggabungan tiga BUMN sektor transportasi laut sudah diinisiasi sejak tahun 2024, saat Danantara belum terbentuk dan Kementerian BUMN dipimpin oleh Erick Thohir.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bakal menggabungkan perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor transportasi laut yakni PT Pelni (Persero) dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) ke PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

Lebih lanjut, Erick mengatakan Pelindo akan menjadi holding usai ketiga perusahaan pelat merah tersebut dimerger.

Dia bilang langkah ini bagian dari rencana Kementerian BUMN untuk merampingkan jumlah perusahaan pelat merah menjadi 30 perusahaan.

“Sudah kita sudah dorong (penggabungan Pelni, ASDP dan Pelindo). Yang jadi holding Pelindo,”katanya saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa, 17 Desember.

Erick mengatakan, merger ini dilakukan demi efisiensi antarperusahaan agar bisa menurunkan biaya atau cost logistik di Indonesia. Termasuk meningkatkan aset keamanan penumpang.

“Pasti (usulan merger dilanjutkan), karena itu mendorong kembali bagaimana logistic cost bisa lebih turun, safety buat penumpang,” tuturnya.

Selain itu, Erick mengatakan dengan merger ini juga diharapkan kualitas pelayanan mulai dari pelabuhan, kapal, dan juga fasilitas penyeberangan dapat meningkat.

“Kalau pelabuhannya bagus, manajemen PELNI dari kapalnya juga lebih mudah, ASDP-nya juga lebih bagus. Semuanya jadi sinkronisasi baik untuk penumpang dan barang, yang selama ini terpisah-pisah,” jelasnya.