JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berupaya memulihkan akses jalan nasional di sejumlah wilayah terdampak banjir bandang Sumatera pada akhir November 2025 lalu, khususnya di Provinsi Aceh.
Hingga saat ini, sejumlah ruas strategis telah kembali dapat dilalui.
Ruas-ruas seperti, Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhok Seumot–Jeuram serta Geumpang–Pameue–Genting Gerbang–Sp.
Uning telah menunjukkan perkembangan pemulihan meski masih diperlukan penanganan lanjutan, terutama pada titik jembatan putus dan longsoran besar.
"Sejak hari pertama kejadian, tim PU telah bergerak di lapangan untuk memastikan akses masyarakat dapat kembali terbuka secepat mungkin," ujar Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan tertulis, Selasa, 9 Desember.
Pada koridor wilayah timur dan utara Aceh, progres pemulihan menunjukkan perkembangan positif.
Penanganan pada ruas Meureudu–Batas Pidie Jaya/Bireuen terus berjalan dengan penimbunan oprit yang ditargetkan fungsional pada 12 Desember 2025.
Pada ruas Kota Bireuen–Batas Bireuen/Aceh Utara, pemasangan jembatan bailey terus dikebut dengan target selesai pada 14 Desember 2025.
Di wilayah tengah Aceh, pemulihan berjalan lebih kompleks akibat banyaknya jembatan putus.
Meski begitu, perbaikan pada ruas Kota Bireuen–Batas Bener Meriah menunjukkan progres, termasuk pemasangan bailey di Jembatan Teupin Mane yang ditargetkan selesai 15 Desember 2025.
Ruas menuju Aceh Tengah yang terdampak enam jembatan putus juga akan dipulihkan secara bertahap dengan target keseluruhan rampung akhir Desember 2025.
Pemulihan bertahap juga berlangsung di wilayah selatan Aceh.
Pada ruas Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara, penanganan penimbunan di titik amblas ditargetkan selesai 28 Desember 2025.
Sementara itu, ruas Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane sudah meningkat signifikan dengan terpasangnya jembatan bailey dan penanganan longsor di tiga titik.
Ruas Banda Aceh–Meureudu juga sudah terhubung, sementara koridor Lhokseumawe–Langsa dan Langsa–Kuala Simpang dapat dilalui setelah pembersihan sedimen. Ruas Kota Kuala Simpang–Batas Sumatera Utara juga telah fungsional untuk seluruh jenis kendaraan.
Akan tetapi, Dody mengakui, pemulihan konektivitas untuk lintas tengah Aceh dilakukan secara bertahap.
Sebab, aksesnya sangat terbatas akibat 13 jembatan terputus.
BACA JUGA:
Dia bilang, pemulihan dilakukan melalui pemasangan jembatan bailey dan rehabilitasi badan jalan rusak akibat gerusan sungai.
"Kementerian PU menegaskan proses pemulihan akan terus dipercepat untuk memastikan seluruh ruas jalan nasional terdampak dapat fungsional sesuai target," imbuhnya.