JAKARTA - Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengakui jika masih terjadi kekurangan pasokan sebesar 40 Mega Watt (MW) sehingga masih harus dilakukan pemadaman listrik secara bergiliran di Banda Aceh.
"Banda Aceh masih mengalami pemadaman bergilir. Di mana masih ada kekurangan pasokan sebesar 40 Mega Watt," ujar Darmawan secara daring kepada awak media, Selasa, 9 Desember.
Selama ini, lanjut Darmawan, listrik untuk Banda Aceh dipasok dari pembangkit milik PLN di Arun. Namun terjadi kerusakan masif pada sistem kelistrikan Aceh karena banjir bandang yang terjadi pada akhir November lalu. Salah satu kerusakan yang terjadi adalah pada transmisi antara Bireun dan Arun terdapat 6 tower transmisi yang roboh tersapu banjir. Akibatnya, pembangkit milik PLN di Arun tidak dapat mengalirkan listrik ke Banda Aceh sehingga dilakukan pemadaman bergilir.
Dikatakkan Darmawan PLN tengah berupaya memulihkan sambungan transmisi yang menghubungkan Aceh dengan backbone kelistrikan Sumatera.
“Tadi, arahan dari Pak Menteri, kami semua siap menjalankan, memulihkan transmisi dari backbone Sumatera ke Langsa (Aceh),” sambung Darmawan.
Dia menambahkan, terputusnya transmisi tersebut menyebabkan sistem kelistrikan Aceh terisolasi dari backbone kelistrikan Sumatera.
BACA JUGA:
Adapun waktu yang dibutuhkan PKLN untuk memulihkan jaringan ini adalah selama 5 hari terhitung sejak hari ini.
“Perbaikan ini membutuhkan waktu sampai hari Minggu, di mana kami akan segera memulihkan Banda Aceh sampai hari Minggu nanti,” kata Darmawan.
Untuk mengurangi frekuensi pemadaman listrik, PLN akan mendatangkan genset ke Banda Aceh.
"Selama 5 hari pemulihan ke depan, kami sudah berusaha mendatangkan genset untuk Banda Aceh dan juga pembangkit untuk Banda Aceh,"kata dia.