JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan ketersediaan sarana dan prasarana dasar untuk membantu memenuhi kebutuhan pengungsi bencana banjir dan tanah longsor di Aceh.
Adapun bantuan disalurkan melalui Tim Tanggap Darurat Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Aceh dengan mengerahkan dua tim ke Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan Bireuen.
Tim 1 yang bertugas di Kabupaten Pidie Jaya terdiri dari 10 personel dan membawa sejumlah peralatan untuk pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. Antara lain, dua unit truk operasional, 12 unit Hidran Umum (HU) beserta kaki HU, empat unit mobil tangki air untuk memastikan pasokan air bersih, tiga unit toilet portabel serta saty truk sedot tinja untuk mendukung layanan sanitasi di lapangan.
Sementara itu, Tim 2 yang bergerak di Kabupaten Pidie diperkuat delapan personel dengan membawa satu unit truk operasional, enam unit HU lengkap dengan kaki HU, dua unit mobil tangki air serta dua unit toilet portabel.
Pengiriman bantuan dilakukan setelah akses jalan secara bertahap telah terbuka dan memungkinkan mobilisasi peralatan dari Banda Aceh. BPBPK Aceh memastikan seluruh unit mobil tangki air (MTA) dan hidran umum (HU) dikirim dengan kondisi penuh untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi para pengungsi.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pihaknya akan terus memonitor dan siap menambah dukungan sesuai kebutuhan.
"Prinsip kami adalah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan layanan dasar layak dan aman selama masa tanggap darurat," ujar Dody dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 29 November.
Dia memastikan, pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur penanganan bencana.
"Dukungan sarana dan prasarana ini akan terus disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, termasuk kemungkinan penambahan untuk layanan kebersihan, air bersih dan sanitasi bagi pengungsi," imbuhnya.