Bagikan:

JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta jajaran pejabat di kementeriannya memperkuat kinerja guna mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan tanpa ada praktik korupsi yang merugikan petani dan diri mereka sendiri.

"Pesan tadi pidato saya singkat, jangan korupsi, kerja keras. Berbuat macam-macam, hancur nama keluarga di luar. Sanksi sosial beredar," kata Amran mengutip Antara.

Amran melantik lima Pejabat Tinggi Madya di lingkungan Kementerian Pertanian. Pelantikan itu, menurut dia, menjadi momentum penting untuk memperkuat gerak cepat sektor pertanian yang kini tengah ditarget untuk meningkatkan produksi nasional.

Dalam arahannya, ia menekankan agar setiap pejabat yang dilantik bekerja dengan baik dan nonstop mengejar target serta tidak melakukan korupsi. Dirinya menekankan amanah jabatan adalah tanggung jawab besar yang harus dijaga dengan integritas.

“Kerja dengan baik, nonstop, sesuai target. Satu lagi jangan korupsi,” katanya, menegaskan.

Ia juga mengingatkan bahwa tindakan menyimpang tidak hanya merusak institusi, tetapi juga menghancurkan keluarga sendiri. Pesan tersebut disampaikan langsung dengan nada tegas.

“Pertanian kita jaga bersama. Mau berbuat macam-macam, ingat anak istri. Jangan kamu membuat penyiksaan pada keluarga. Korupsi musuh bersama," ujar dia.

Di hadapan pejabat yang baru dilantik, Amran menekankan Kementerian Pertanian saat ini bergerak dengan ritme cepat untuk mengejar peningkatan produksi, terutama menghadapi tantangan pangan ke depan.

Karena itu, ia meminta pejabat baru turut menjaga kecepatan kerja dan memperkuat solidaritas organisasi. “Saya minta yang dilantik hari ini mengikuti gerak pertanian yang kencang untuk mengejar produksi​​".​​​​​

Pelantikan itu sekaligus menjadi penguatan struktur kepemimpinan Kementan agar lebih solid, responsif dan siap menjawab tuntutan kerja yang semakin tinggi.

Dengan komitmen antikorupsi dan etos kerja tinggi, Mentan berharap jajaran pejabat baru dapat membawa sektor pertanian semakin maju dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi petani dan masyarakat.

Adapun pejabat yang dilantik yakni Suwandi sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Letjen TNI Purnawirawan Irham Waroiham sebagai Inspektur Jenderal, Hermanto sebagai Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian.

Selain itu, Muhammad Taufiq Ratule sebagai Direktur Jenderal Hortikultura, dan Tin Latifah sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Regulasi dan Reformasi Birokrasi Kementan.