JAKARTA - Managing Director Holding Operasional BPI Danantara Febriany Eddy mengungkapkan alasan dipilihnya Glenny H Kairupan sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia.
Kata dia, keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan komitmen Glenny untuk perusahaan tersebut.
Febriany menceritakan kembali pertemuannya dengan Glenny sebelum ia resmi ditunjuk sebagai Dirut Garuda.
Dalam pertemuan itu, kata dia, muncul jawaban yang membuatnya langsung yakin terhadap sosok Glenny.
“Saya tanya, Pak, komitmen Bapak untuk Garuda apa? Pak Glenny bilang, ‘Bu, saya orang yang bersedia mati demi NKRI. Itu komitmen saya buat Garuda.’ Waktu itu saya langsung tertegun,” ujar Febriany dalam Media Coffee Morning di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat, 14 November.
Menurutnya, pernyataan itu menunjukkan tingkat dedikasi yang dibutuhkan Garuda untuk keluar dari tekanan panjang dan menata ulang struktur bisnisnya.
“Kalau udah komitmen, jangan tanya lagi,” ucapnya.
Untuk posisi Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Febriany bilang Glenny yang memilih langsung Thomas Sugiarto Oentoro. Alasannya karena sangat kaliber di bidang keuangan dan investasi.
Selain itu, kata Febriany, Thomas juga memiliki latar belakang sebagai sebagai Komisaris Independen di perusahaan penerbangan pelat merah tersebut. Dengan pertimbangan tersebut, Febri dan Glenny sepakat Thomas merupakan sosok yang memiliki etos kerja tinggi.
“Walaupun beliau hanya 9 bulan sebagai komisaris duduk di Garuda, tapi saya berdiskusi dengan Pak Thomas, itu saya langsung yakin. Karena he is humble, humility-nya tinggi. Mau belajar, bertanya terus, bekerja keras. Lihat Pak Thomas dimana-mana digulung lengan tangannya. Selalu dia bekerja,” tuturnya.
Febriany menegaskan bahwa transformasi Garuda tidak akan berhasil tanpa perubahan budaya. Itu sebabnya, Glenny diminta menekan praktik seremonial yang dinilai tidak produktif.
"Jadi, udah lah. Kita, Pak Glenny juga berkali-kali dari dalam itu kita kasih arahan kepada anak-anak perusahaan. Udah deh gimmick-gimmick kurangin. Seremoni-seremoni enggak ada manfaatnya itu kurangi. Karena itu distraksi. Dan itu mengirimkan pesan yang sangat berbeda. Kita sekarang waktunya mau bekerja kok. Jadi harus ada result dan impact,” ucapnya.
BACA JUGA:
Lebih lanjut, Febriany bilang, transformasi yang dilakukan di pucuk pimpinan Garuda Indonesia ini adalah bentuk perubahan budaya kerja dari perusahaan maskapai pelat merah itu.
“Karena kalau pemimpinnya tidak bisa mencerminkan budaya yang diperlukan untuk transformasi Garuda, maka tidak akan langgeng. Apapun kita lakukan, akan short term, tidak akan berkelanjutan,” jelasnya.