Bagikan:

\TANGERANG - Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria buka suara terkait turunnya penambahan modal ke PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Suntikan modal yang diberikan saat ini sesuai dengan kebutuhan.

Sekadar informasi, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia pada Rabu, 12 November, Danantara resmi mengguyur dana sebesar Rp23,67 melalui penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD). Angka itu turun dibandingkan dengan rencana awal yang sebesar Rp30,72 triliun.

Lebih lanjut, Dony juga bilang, suntikan dana yang diberikan kepada Garuda Indonesia sebesar Rp23,6 triliun sudah melalui perhitungan secara komprehensif dan matang.

“Saat ini yang dibutuhkan secukupnya itu. Sehingga kita melakukan penambahan modal,” ujar Dony dalam konferensi pers di Garuda Sentra Operasi, Tangerang, Banten, Kamis, 13 November.

Kata Dony, dalam menyuntikan modal ini Danantara tidak melihat dari sisi nilai saja, tetapi juga mempertimbangkan proses penyehatan di tubuh Garuda Indonesia. Mulai dari sisi operasional maupun keuangan.

“Kita tidak melihat jumlah yang lain di angkanya. Tapi bagaimana sebuah proses komprehensif daripada turnaround dan konsolidasi,” tuturnya.

Dony menekankan penyehatan keuangan Garuda Indonesia menjadi prioritas Danantara. Karena itu, suntikan modal ke maskapai pelat merah tersebut menjadi salah satu pilihan dalam proses penyehatan keuangan.

Lebih lanjut, Dony menjelaskan suntikan dana yang diberikan kepada Garuda Indonesia akan digunakan untuk mengembalikan pesawat-pesawat yang mengganggur hingga membayarkan utang anak usaha Citilink Indonesia terhadap pembelian avtur Pertamina.

“Kita harapkan ke depannya Garuda Indonesia akan menjadi perusahaan yang sehat, dalam proses transformasi ini,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mendapatkan tambahan modal sebesar Rp23,67 triliun dari PT Danantara Asset Management (Persero) atau DAM. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia.

Adapun RUPSLB tersebut digelar di Auditorium Gedung Manajemen Garuda Indonesia, Tangerang pada Rabu, 12 November 2025. Rapat dihadiri pemegang saham yang mewakili 75,88 persen dari total saham atau sekitar 69,42 miliar lembar.

Tambahan modal itu terdiri atas setoran tunai Rp17,02 triliun dan konversi utang pinjaman pemegang saham sebesar Rp6,65 triliun melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).

Dari total dana Rp23,67 triliun, sekitar Rp8,7 triliun atau 37 persen akan dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja Garuda Indonesia, meliputi pemeliharaan dan perawatan pesawat. Sementara itu, Rp14,9 triliun atau 63 persen akan mendukung operasional Citilink.

Rinciannya yakni terdiri atas Rp11,2 triliun untuk modal kerja dan Rp3,7 triliun untuk pelunasan kewajiban pembelian bahan bakar kepada Pertamina periode 2019–2021.

Penyertaan modal tersebut dilakukan melalui penerbitan 315.610.920.000 lembar saham Seri D dengan harga pelaksanaan Rp75 per lembar saham, sebagaimana telah disetujui dalam RUPSLB.