JAKARTA - PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) resmi mencatatkan produk Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Syariah BRI-MI Jakarta Lingkar Baratsatu (KIK EBA Syariah BRI-MI JLB) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 10 November.
Direktur Utama BRI Manajemen Investasi Tina Meilina menyampaikan bahwa pencatatan ini menjadi tonggak sejarah penting bagi BRI-MI. "Hari ini adalah satu catatan yang sejarah bagi BRI-MI, karena tadi saya sudah sampaikan bahwa BRI-MI itu hidup konsisten sebagai pioneer di industri manajemen investasi," ujarnya dalam konferensi pers, Senin, 10 November.
Tina menjelaskan bahwa BRI-MI senantiasa menghadirkan berbagai produk dan lini bisnis inovatif yang menjadi yang pertama di Indonesia dan industri manajemen investasi masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar, namun membutuhkan inovasi berkelanjutan untuk terus berkembang.
Ia menambahkan kehadiran produk EBA berbasis syariah ini merupakan bentuk komitmen BRI-MI dalam memperluas basis investor dengan menyediakan pilihan investasi yang sesuai prinsip syariah.
Lebih lanjut, Tina menilai bahwa produk ini berkontribusi terhadap penguatan pasar modal Indonesia lantaran produk ini memberikan alternatif investasi bagi investor sekaligus menjadi alternatif pembiayaan bagi emiten.
"Jadi rasanya ini salah satu kontribusi konkret kami untuk memperkuat pasar modal Indonesia dengan men-deliver alternatif investasi bagi investor dan alternatif pembiayaan bagi emiten," tuturnya.
Sementara itu, Chief Product & Alternative Investment BRI-MI Edward Narodo mengungkapkan bahwa pencatatan ini juga merupakan bentuk komunikasi BRI-MI kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan.
"Sebenarnya ini juga suatu bentuk komunikasi kami kepada para perusahaan di luar sana yang sekiranya membutuhkan capital raise, membutuhkan pendanaan. Itu bisa menjadi jalan," jelasnya.
BACA JUGA:
Edward menuturkan bahwa BRI-MI saat ini menempati posisi tiga besar dari sisi dana kelolaan reksa dana di Indonesia, dan secara konsisten berada di jajaran top 10 largest investment management companies di Tanah Air.
"Sehingga KIK EBA Syariah berikut-berikutnya itu bisa munculan. Jadi tentu saja kami selalu membuka peluang karena terlebih lagi BRI-MI, sekarang kami yang berada di posisi kurang lebih ranking ketiga dari sisi dana kelolaan reksadana. Kami selalu menjadi top 10 largest investment management company di Indonesia. Kami tuh paling senang kalau seandainya punya komunikasi langsung ada yang bertanya kepada kami," ucapnya.
Edward menambahkan bahwa produk KIK EBA bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan investor.
"Kami akan terus berinovasi. Terutama KIK EBA ini juga bisa di-customize. Jadi bisa disesuaikan dengan seperti apa keinginan investor, seperti apa kebutuhan," imbuhnya