Bagikan:

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut, industri kosmetik nasional terus berkembang pesat dan menjadi salah satu subsektor penting yang mencerminkan kreativitas serta inovasi anak bangsa. 

Hal tersebut disampaikan Agus dalam Acara Program Unggulan Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran dan Cosmetic Day 2025 di Jakarta, Rabu malam, 5 November.

"Dalam 10 tahun terakhir, industri kosmetik menunjukkan peran dan kontribusi sangat penting. Sektor ini menjadi cerminan kreativitas dan inovasi anak bangsa," ucap Agus.

Agus membeberkan, nilai pasar industri kosmetik Indonesia pada 2024 mencapai 9,2 miliar dolar AS dengan jumlah sekitar 1.500 pelaku usaha aktif hingga Oktober 2025. Dari jumlah tersebut, 87 persen di antaranya merupakan industri kecil dan menengah (IKM).

"Dominasi IKM menunjukkan industri kosmetik sangat inklusif dan potensial bagi banyak pelaku usaha, terutama pengusaha lokal," katanya.

Dia menambahkan, tren global menuju produk halal, aman dan berkelanjutan menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk tampil sebagai pusat industri kosmetik halal dunia. Pemerintah pun mendukung langkah tersebut melalui kebijakan wajib sertifikasi halal yang akan berlaku pada tahun depan.

"Kebijakan ini akan memperkuat daya saing dan meningkatkan kepercayaan pasar internasional terhadap produk kosmetik nasional," ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyelenggarakan Cosmetic Day 2025. Ajang tersebut menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, akademisi dan pelaku usaha untuk memperkenalkan produk kosmetik lokal berbasis kearifan nusantara dan bahan alami.

"Melalui Cosmetic Day 2025, kami ingin mengakselerasi kinerja industri kosmetik nasional agar semakin unggul, aman, halal dan berdaya saing global," pungkasnya.