JAKARTA - Proses tender penentuan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) proyek Waste to Energy (WTE) atau Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) segera dimulai.
Danantara Indonesia melalui Holding Investasi atau Danantara Investment Management (DIM), akan menjadi salah satu pihak yang berperan menentukan pemenang tender BUPP.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir mengatakan Danantara tidak hanya berperan dalam proses pemilihan mitra, tapi juga akan menyuntikkan ekuitas atau modal ke proyek strategis tersebut.
“Jadi kita pendanaan equity di proyek-proyek yang ada," kata Pandu dalam media briefing di Jakarta, Senin, 3 November.
Lebih lanjut, Pandu menjelaskan, pendanaan proyek WTE akan bersumber dari sebagian dana hasil penerbitan Patriot Bond, instrumen investasi yang diluncurkan Danantara untuk membiayai suatu proyek.
“Kita akan menggunakan dana Patriot Bond untuk salah satunya untuk waste to energy,” ujar Pandu.
Pandu menjelaskan secara proporsi, sekitar 30 persen modal proyek berasal dari ekuitas Danantara, sementara 70 persen lainnya dari pembiayaan perbankan.
“Jadi kita kebanyakan tuh equity dari biasanya project financing tuh lumrahnya 70 percent debt, 30 percent equity,” tutur Pandu.
Sekadar informasi, proyek WTE akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai tujuh kota yakni Bali, Yogyakarta, Bogor Raya, Tangerang Raya, Kota Semarang, Bekasi Raya, dan Medan Raya.
BACA JUGA:
Pandu mengatakan nilai ekuitas yang akan disuntikkan Danantara disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah. Namun, Pandu belum mengungkap nominalnya karena akan diumumkan usai proses tender BUPP selesai.
“Jumlah equity-nya pun nanti kita akan sebut ketika selesai,” kata Pandu.
Pandu mengatakan sebagai penyuntik modal, Danantara juga akan menjadi pemegang saham pada proyek WTE di berbagai kota. Dia juga bilang Danantara akan mengantongi saham minimal 30 persen di setiap proyek WTE.
“Jadi kita mungkin siap proyek bisa beda-beda. We are open misalnya nanti technical partner ingin punya saham lebih, kita bilangnya if we can 30 persen paling tidak. Tapi kita happy to take 51 percent or above,” jelasnya.