JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat sektor perikanan budi daya nasional selama satu tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dua program perikanan budi daya telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang siap mendongkrak produksi komoditas utama.
Dua PSN tersebut adalah pengembangan modeling budi daya Ikan Nila Salin (BINS) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, serta pembangunan tambak udang terintegrasi atau Integrated Shrimp Farming (ISF) seluas 2.000 hektare di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Tb Haeru Rahayu menyampaikan, pembangunan BINS Karawang terus menunjukkan progres signifikan. Pendampingan dan penanganan program dilakukan intensif melalui koordinasi dengan BPKP dan Kejaksaan Agung (Jamdatun dan Jamintel).
"Pembangunan fisik saat ini masih berlangsung, antara lain pencetakan kolam, pemasangan geomembran, konstruksi intake air laut dan tawar serta pemasangan tiang listrik pada petakan kolam," ucap Tebe dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa, 28 Oktober.
Proyek BINS Karawang ditargetkan menghasilkan produktivitas sebesar 84 ton per hektare per tahun, dengan volume produksi mencapai 11.150 ton per tahun. Selain itu, program tersebut diharapkan mampu membuka 500 lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lokal.
Tebe menambahkan, berdasarkan Satu Data KKP, produksi ikan nila nasional menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir, dari 1,35 juta ton pada 2022 menjadi 1,5 juta ton di 2024 (angka sangat sementara).
BACA JUGA:
Selain di Jawa, KKP juga menggarap kawasan ISF di Sumba Timur, sebagai upaya pemerataan pembangunan di luar Jawa. Proyek itu diproyeksikan memperkuat posisi Indonesia di pasar udang dunia, yang nilai pasarnya diperkirakan mencapai 140,4 miliar dolar AS pada 2034.
Kawasan tambak ISF di Sumba Timur ditargetkan mampu memproduksi 75.364 ton udang per tahun, dengan nilai ekonomi mencapai Rp5,27 triliun. Proyek itu juga diprediksi menciptakan lebih dari 5.000 lapangan kerja baru.
Seperti halnya kontribusi modeling budi daya udang di Kabupaten Kebumen atau Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, kata Tebe, kawasan tambak ISF tersebut juga diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi udang nasional.
"Kami optimistis kawasan tambak ISF di Sumba Timur akan menjadi game changer bagi pengembangan perikanan budi daya di kawasan timur Indonesia," pungkasnya.