JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan mencatat hingga Senin 13 Oktober, pukul 10.00 WIB sebanyak 104.711 orang telah mendaftar pada Program Magang Nasional.
Sementara sebanyak 1.147 perusahaan telah membuka lowongan magang melalui Aplikasi Maganghub.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan, nantinya peserta magang akan memilih tiga posisi yang mereka inginkan dari perusahaan. Nantinya, peserta magang akan diseleksi oleh perusahaan untuk kemudian dapat melakukan magang di perusahaan tersebut.
"Jadi ingin saya sampaikan bahwa seleksi bukan dilakukan oleh Kementerian Ketenagakerjaan, tapi seleksi dilakukan oleh perusahaan berdasarkan data-data yang memang mereka memiliki," ujar Yassierli, Senin, 13 Oktober.
Yassierli mengatakan, dirinya juga sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) kepada kepala daerah agar dapat mendorong lebih banyak perusahaan berpartisipasi dalam Program Magang Nasional ini.
Dia mengaku telah mendapat arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menargetkan peserta magang di tahun ini mencapai 100.000.
Adapun pada tahap pertama Kemnaker telah membyuka pemdaftaran bagi 20.000 peserta. Dengan tingginya antusiasme ini, pihaknya tengah mempersiapkan tahap kedua dengan peserta sebanyak 80.000 perserta.
"Untuk batch kedua, sebesar 80.000 dan kita targetkan itu sekitar pertengahan November itu sudah jalan," sambung dia.
BACA JUGA:
Kata Yassierli, bagi peserta yang belum lolos seleksi pada batch pertama, masih terbuka kesempatan pada batch berikutnya dengan rencana tambahan 80.000 lowongan magang baru.
Pemerintah juga berkomitmen untuk melanjutkan program ini pada tahun 2026.
Selain Maganghub, Kemnaker juga menyediakan Aplikasi Karirhub di platform SiapKerja bagi masyarakat umum untuk mencari pekerjaan tetap.
Saat ini terdapat 200.000 lowongan kerja aktif, dan Kemnaker sedang mengkonsolidasikan lowongan dari berbagai portal kerja swasta nasional.
“Kami menargetkan akan tersedia lebih dari 1 juta lowongan kerja, dan ini bukan lowongan magang,” tandas Menaker.