Bagikan:

JAKARTA - Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda, menilai bahwa Patriot Bond bukanlah instrumen investasi yang menarik bagi investor ritel atau pencari keuntungan tinggi.

Ia menyampaikan dengan tingkat imbal hasil sekitar 2 persen per tahun, Patriot Bond lebih ditujukan untuk kalangan pengusaha besar dan dilakukan melalui skema private placement.

Menurutnya, tingkat bunga tersebut masih lebih rendah dari tingkat inflasi tahunan yang berada di kisaran 2,5 persen, sehingga secara bisnis, investasi ini dinilai tidak menguntungkan.

"Dengan bunga pengembalian 2 persen per tahun sudah termakan oleh inflasi yang kurang lebih 2.5 persen. Secara bisnis tidak menguntungkan. Bagi pebisnis, akan lebih menguntungkan jika investasi di SBN atau deposito perbankan," ujarnya kepada VOI, Jumat, 3 Oktober.

Ia juga mengungkapkan kecurigaan adanya hidden cost di balik rendahnya tingkat imbal hasil tersebut.

"No free lunch dalam setiap program pemerintah. Karena ini private placement, maka penjualan ini tidak akan dibuka ke publik. Pengusaha yang diminta saja oleh Danantara untuk menjadi investor. Sebagian besar dari mereka adalah pengusaha," jelasnya.

Huda menambahkan ada potensi bahwa proyek-proyek Danantara maupun proyek pemerintah lainnya akan diberikan kepada investor tersebut. Jika tidak, setidaknya usaha mereka akan diamankan hingga kupon obligasi mereka jatuh tempo, yang berkisar antara lima hingga tujuh tahun.

Terkait dengan pemanfaatan dana Patriot Bond, Huda turut mendukung apabila dana tersebut benar-benar digunakan untuk sektor yang memiliki manfaat ekonomi dan lingkungan, seperti proyek Waste to Energy (WtE).

"Kita tunggu implementasinya seperti apa karena kita juga mendengar rencana investasi Danantara ke sektor gasifikasi batubara. Jadi kita berharap pemerintah ini tidak omon-omon saja, tapi implementasinya juga," ujarnya.

Menurutnya, investasi di sektor energi bersih seperti WtE dapat mendorong pertumbuhan ekonomi baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang. Selain menciptakan efek ekonomi, sektor ini juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

"Maka pemerintah perlu menetapkan segera untuk investasi ke sektor energi bersih. Tidak hanya sekedar berucap di media hanya untuk memberikan berita positif saja ke Danantara. Tapi bisa mengimplementasikan apa yang sudah direncanakan," jelasnya.