Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan 15 bendungan yang sedang dalam tahap konstruksi beserta jaringan irigasinya dapat diselesaikan sebelum 2029. Keberadaan jalur irigasi itu diharapkan dapat mendongkrak produktivitas dan kesejahteraan petani.

Menteri PU Dody Hanggodo menekankan pentingnya integrasi pembangunan bendungan dan irigasi.

"Pembangunan bendungan harus dibarengi pembangunan saluran konektivitas dan rehabilitasi jaringan irigasi. Dengan suplai irigasi terus berkelanjutan, harapannya air bisa mengalir ke sawah-sawah. Sehingga produktivitas petani juga meningkat, petani semakin sejahtera," ujar Dody dalam keterangan resminya, ditulis Selasa, 30 September.

Sebanyak 15 bendungan tersebut diproyeksikan dapat mengairi areal irigasi seluas 184.515 hektare. Dengan suplai air andal, luas tanam diperkirakan meningkat dari 277.775 hektare menjadi 483.163 hektare.

Ketersediaan air irigasi dari 15 bendungan itu juga akan mengubah pola tanam petani yang sebelumnya bergantung pada tadah hujan, sehingga Indeks Pertanaman (IP) naik dari 150 persen menjadi 262 persen.

Artinya, skala panen yang biasanya sekali setahun dapat meningkat menjadi 2-3 kali setahun. Alhasil, produktivitas panen diproyeksikan melonjak dari 1.403.300 ton/ha menjadi 2.343.289 ton/ha.

Pembangunan bendungan itu merupakan bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan, yang termasuk dalam Astacita Presiden Prabowo Subianto.

Adapun pada periode 2015-2024, pemerintah telah menyelesaikan 53 bendungan. Keberadaan bendungan-bendungan itu telah dimanfaatkan untuk mengairi 310.170 hektare lahan pertanian melalui 67 Daerah Irigasi (DI).

Dengan integrasi bendungan dan jaringan irigasi, diharapkan petani tidak lagi bergantung pada tadah hujan. Ketersediaan air berkelanjutan akan mendorong peningkatan intensitas tanam dan pada akhirnya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung kesejahteraan petani.