Bagikan:

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan baru terdapat 18 aktivitas pengeboran sumur eksplorasi hingga Agustus 2025. Padahal, SKK Migas menargetkan akan mengebor 46 sumur eksplorasi sepanjang tahun 2025.

"Untuk pemboran, eksplorasi di 2024 25 sumur, target 2025 46 sumur, realisasi sampai saat ini 18 sumur," ujar Kepala SKK Mig, Djoko Siswanto yang dikutip Rabu, 24 September.

Berdasarkan outlook, lanjut Djoko, SKK Migas memperkirakan bakal mengebor 43 sumur atau sebesar 93,5 persen dari target 2025.

Dari kegiatan eksplorasi tersebut, Djoko bilang terdapat 20 struktur yang telah mendapat persetujuan status eksplorasi (PSE) dengan temuan sumber daya sebesar 999 juta barrel oil equivalent (boe) untuk minyak dan gas hingga Agustus 2025.

Ia memperkirakan, penemuan hingga Desember nanti akan mencapai 1.154 juta barrel oil equivalent (BOE).

Dari temu itu, Djoko menyebut terdapat 4 struktur yang akan masuk tahap put on production (POP) dengan cadangan sebesar 63 juta barel minyak dan 19,8 BCF gas

"Estimasi kontribusi sekitar 800 barrel oil per day. Dengan rincian, di lapangan Padang Pancuran ada 400 barrel oil per day, itu perkiraan on stream-nya quarter 4 dari 2025," jelas Djoko.

Ia melanjutkan, dari lapangan West Kalabau dengan estimasi 100 BOPD yang diperkirakan onstream kuartal IV 2025. Sementara, Chen 2 DIP dengan estimasi 200 BOPD yang diperkirakan onstream pada kuartal IV tahun 2025 dan Sangata 2 dengan estimasi 100 BOPD yang diperkirakan onstream pada kuartal IV tahun 2025.

"Ini bisa menambah produksi yang kita harapkan bisa mencapai 605.000 barel per day," jelas dia.

Sedangkan empat struktur lain masih dalam tahap evaluasi untuk POP dengan potensi cadangan 15 juta MMBO dan 233 BCFG, di antaranya Lapangan EPN, Duyung, Northwest Wilela, dan SAS-2.