JAKARTA - Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Hery Gunardi mengungkapkan bahwa dana pemerintah sebesar Rp55 triliun yang ditempatkan di BRI dapat disalurkan dalam waktu sekitar satu hingga satu setengah bulan.
Hery menjelaskan bahwa BRI secara konsisten mencatat penyaluran kredit harian, khususnya kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan nilai sekitar Rp1,5 triliun per hari sehingga dengan laju tersebut, total dana Rp55 triliun diperkirakan akan terserap dalam waktu yang relatif singkat.
“Kalau kayak BRI kan simpel ya, kita satu hari itu booking kredit, terutama untuk UMKM saja sekitar Rp1,5 triliun per hari. Jadi kalau misalnya 30 hari sudah habis duit, satu bulan, satu bulan setengah selesai,” ucapnya kepada awak media di Kantor Kemenko Perekonomian, dikutip Rabu, 17 September.
Ia menambahkan permintaan pembiayaan di sektor produktif, khususnya UMKM, sudah tersedia, sehingga penyaluran dana dapat berjalan optimal.
“Karena demand-nya memang kita ada,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hery menekankan bahwa BRI tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam proses penyaluran kredit guna menghindari potensi kredit bermasalah di masa depan.
Ia menyampaikan bahwa BRI akan melakukan penilaian menyeluruh terhadap calon debitur dan hanya akan memberikan pembiayaan kepada pihak yang memiliki prospek usaha dan kemampuan pembayaran yang baik.
“Memilih. Ya tentunya ada asesmen yang baik. Kan pemberian kredit kita harus tahu juga, pada dasarnya kredit kita harus balik ya, ini kan bukan CSR, tapi adalah memberikan pembiayaan yang pada dasarnya ada bisnisnya dan punya bisnis yang potensial yang bisa memberikan revenue dan itu bisa mencicil,” ungkapnya.
Sebelumnya, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kebijakan ini karena akan memperkuat likuiditas, terutama dalam penyaluran kredit kepada sektor UMKM.
BACA JUGA:
"BRI telah menerima penempatan dana Pemerintah sebesar Rp55 Triliun dan menyambut positif atas penempatan dana Pemerintah tersebut yang akan memperkuat likuiditas bank dalam penyaluran kredit, khususnya pada segmen UMKM," ujarnya kepada VOI, Senin, 15 September.
Ia menjelaskan bahwa penempatan dana tersebut diharapkan mampu memberikan dampak berganda (multiplier effect) yang positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Dhanny menyampaikan dalam pengelolaannya, BRI akan senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dan menjaga standar tata kelola yang baik (good corporate governance).
"BRI akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking) serta tata kelola yang baik (good corporate governance) dalam mengelola penempatan dari Pemerintah tersebut," pungkasnya.