JAKARTA - Menteri Koordinasi bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah akan memperketat regulasi impor. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terulangnya kasus dugaan pencemaran Cesium 137 (Cs-137) pada ekspor udang beku.
“Kita lihat regulasi kita, kita perketat terutama untuk barang-barang yang tadi yang mengandung limbah. Terutama scrap (daur ulang logam bekas) diperketat,” tuturnya dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Jumat, 12 September.
Zulhas sapaan akrabnya bilang dalam investigasi awal ini, ditemukan 14 kontainer berisi serbuk logam atau scrap metal asal Filipina di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dari jumlah tersebut sembilan di antaranya terdeteksi mengandung Cs-137
“Indonesia ini sebetulnya menjadi korban. Korban karena di saat bersamaan pemerintah kita menemukan ada 14 kontainer ini yang di Pelabuhan Priok berasal dari Filipina terdeteksi Cs-137. Nah, ini yang akan segera kita kirim kembali,” ucapnya.
Zulhas mengungkap bahwa impor scrap logam tersebut tidak mengantongi izin dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Saat ditanya apakah impor tersebut ilegal, Zulhas hanya menekankan hal yang sama.
“Tidak ada izin, ya. Jadi Kementerian Perdagangan melaporkan tidak ada izin,” katanya.
Sekadar informasi, temuan Cs-137 pada kontainer asal Filipina ini menjadi perhatian. Apalagi, zat radioaktif itu sebelumnya juga terdeteksi mencemari produk udang beku Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat (AS).
Zulhas bilang pemerintah memberikan perhatian penuh atas isu dugaan pencemaran Cesium-137 (Cs-137) pada ekspor udang beku dari Cikande, Banten.
Lebih lanjut, Zulhas bilang hal ini karena industri udang merupakan aset kebanggaan nasional yang menyerap ratusan ribu tenaga kerja serta berkontribusi besar terhadap devisa negara.
“Tentu pemerintah sangat berkomitmen melindungi nelayan, pekerja dan pelaku usaha terhadap dampak isu ini,” jelasnya.
BACA JUGA:
Karena itu, dia bilang pemerintah juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) sebagai bentuk perhatian penuh atas isu dugaan pencemaran Cs-137 pada ekspor udang beku dari Cikande, Banten.
Zulhas mengatakan Satgas tersebut bertujuan untuk melakukan investigasi, diplomasi hingga memulihkan kepercayaan pasar internasional.
“Saya pastikan pemerintah bergerak cepat, hati-hati, dan sesuai standar internasional. Keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama. Kami hadir untuk melindungi nelayan, pekerja, dan pelaku usaha dari dampak isu ini,” katanya.