Bagikan:

JAKARTA - Sebagai bagian dari komitmen mewujudkan dunia kerja yang inklusif, BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Utara menggelar Workshop Sensitivitas Rekrutmen Disabilitas pada 19 Agustus 2025 di Pullman Jakarta Central Park. Kegiatan yang diikuti oleh 50 badan usaha peserta BPJS Ketenagakerjaan wilayah Jakarta Utara ini, bertujuan mendorong perusahaan untuk membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

Workshop ini merupakan bagian dari inisiatif Inclusive Job Center, sebuah program BPJS Ketenagakerjaan yang bertujuan memperluas akses informasi kerja baik bagi perusahaan peserta, maupun pencari kerja dari kelompok disabilitas.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cilincing, Rita Mariana, menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mewujudkan dunia kerja yang adil dan setara.

"Pekerja disabilitas memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesempatan kerja. Ini adalah amanah Undang-undang yang harus kita wujudkan bersama. Dunia kerja harus mencerminkan keberagaman dan inklusivitas,” ujar Rita Mariana.

Ia juga menambahkan bahwa peran perusahaan sangat krusial dalam mengubah paradigma tentang disabilitas di dunia kerja.

"Kami berharap perusahaan-perusahaan peserta dapat membuka mata dan hati, serta mulai merekrut tenaga kerja disabilitas. Mereka memiliki potensi dan kompetensi yang sama seperti pekerja lainnya,” lanjutnya.

Sebagai payung hukum, Pasal 53 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas telah mengatur kewajiban sektor swasta untuk mempekerjakan paling sedikit satu persen penyandang disabilitas dari total pekerja, serta dua persen untuk sektor publik, termasuk BUMN dan instansi pemerintah.

Workshop ini turut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta, Komisi Nasional Disabilitas, dan Parakerja — sebuah startup yang sejak 2018 fokus pada pemberdayaan disabilitas di dunia kerja.

Parakerja memaparkan berbagai pendekatan praktis dalam pelatihan, penempatan kerja, dan penyediaan aksesibilitas seperti juru bahasa isyarat, serta peran mereka sebagai konsultan perusahaan dalam merekrut penyandang disabilitas.

Ketua Sub Kelompok Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Provinsi Dki Jakarta, Andi mustajab, yang hadir dalam kegiatan ini menyampaikan materi tentang peran dan upaya Disnakertransgi DKI dalam menciptakan ketenagakerjaan yang inklusif.

Sementara pembicara dari Komisi Nasional Disabilitas memaparkan manfaat dan dampak positif mempekerjakan penyandang disabilitas bagi perusahaan.

Rita Mariana menutup acara dengan sebuah pesan.

"Inklusi bukan hanya soal angka dalam laporan, tapi tentang keberanian kita membuka peluang yang setara bagi semua. Kita ingin dunia kerja di Indonesia menjadi ruang yang ramah dan mendukung semua pekerja, termasuk mereka yang memiliki disabilitas," tukasnya.