JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan optimismtis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 7 hingga 8 persen pada tahun 2029–2030.
Dia menjelaskan, keyakinan tersebut didasarkan pada program-program Presiden Prabowo Subianto yang saat ini sedang berjalan.
"Saya tidak ragu sebenarnya kalau Indonesia itu 7-8 persen growth pada 2029-2030, asalkan dengan program-program Presiden (Prabowo Subianto) yang ada sekarang ini," ujarnya dalam acara peluncuran Yayasan Padi Kapas Indonesia, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 28 Juli.
Ia juga menekankan bahwa pentingnya kekompakan dan kerja sama tim dalam pemerintahan dan para pembantu Presiden saat ini memiliki kapasitas yang mumpuni untuk mendukung pencapaian target tersebut.
"Sekarang bagaimana kita bersama-sama mendorong supaya ini jalan, kita harus kompak. Kata kunci saya kira ini kekompakan dan akal sehat. Jadi kalau kita tidak punya akal sehat, tidak kita kompak, kita salah sama saling menyalahkan, saya kira waktu tidak ada. Itu akan membuat nanti rakyat akan menjadi korban daripada keegoan kita," ucapnya.
Luhut juga menyinggung pentingnya perhatian terhadap program makan bergizi gratis, yang dapat menjadi solusi bagi berbagai persoalan nasional seperti ketimpangan sosial, stunting, dan pengembangan simpul-simpul ekonomi baru.
Ia menyebut dengan anggaran sebesar Rp171 triliun yang dialokasikan Pemerintah untuk program tersebut sebagai angka yang besar dan harus dikelola secara cermat.
"Dana yang cukup Rp171 triliun, angka yang tidak kecil, tentu strukturnya harus diperbaiki, pengawasannya bagaimana, eksekusinya bagaimana, very detail," tuturnya.
BACA JUGA:
Luhut mengutip tulisan Ray Dalio dalam bukunya tentang pentingnya perencanaan yang matang dan keberanian untuk menerima kritik.
"Kita lihat Ray Dalio di bukunya juga dia menuliskan memang perencanaan yang detail, dibutuhkan dengan teamwork yang kuat dan berani juga mendengarkan apa yang mungkin tidak enak tetapi itu diberikan solusi. Ini saya kira akan memberikan apa, langkah yang bagus untuk bawa Indonesia maju ke depan," tuturnya.