JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut, mangrove merupakan jantung kehidupan pesisir di Indonesia.
Pasalnya, berdasarkan Peta Mangrove Nasional tahun 2024, luas mangrove di RI mencapai 3,4 juta hektare.
"Hai #SahabatBahari, bukan benteng beton ataupun besi, inilah mangrove, benteng alami yang siap jaga pesisir kita dari abrasi," tulis KKP dalam unggahannya di akun Instagram resmi @kkpgoid, Sabtu, 26 Juli.
"Luas mangrove Indonesia mencapai 3.440.464 hektare. Ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekosistem mangrove terluas di dunia," lanjut KKP.
KKP menjelaskan, sedikitnya ada lima fungsi mangrove. Pertama, melindungi pantai dari abrasi dan mencegah intrusi air laut. Kedua, sebagai rumah/habitat bagi lebih dari 1.500 spesies flora dan fauna. Serta ketiga, mangrove berperan sebagai mata pencaharian bagi masyarakat pesisir.
BACA JUGA:
Keempat, mangrove berfungsi untuk menyerap karbon lima kali lebih banyak dibanding hutan tropis daratan dan kelima, yakni menjaga kualitas air di kawasan pesisir. Pasalnya, akar dan tanah di sekitar mangrove mampu menyaring limbah organik dan polutan dari air sebelum masuk ke laut.
Adapun setiap tanggal 26 Juli, dunia memperingati Hari Mangrove Sedunia atau International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem.
Peringatan ini ditetapkan oleh UNESCO pada 2015 silam untuk meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya ekosistem mangrove dan perlunya perlindungan terhadapnya.
"26 Juli 2025 (diperingati) Hari Mangrove Sedunia. Melindungi mangrove, melindungi kehidupan, melindungi masa depan," pungkas KKP.