JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi mengatakan, kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sangatlah penting dalam transformasi tata kelola pangan nasional.
Hal ini disampaikannya seusai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam peluncuran program tersebut di Klaten, Jawa Tengah, Senin, 21 Juli. Melalui koperasi ini, masyarakat dapat mengakses pangan pokok dengan harga terjangkau dan jaminan mutu.
"Badan Pangan Nasional mendukung Kopdes Merah Putih dengan memastikan Gerai Sembako dapat menyediakan aneka pangan pokok yang dibutuhkan masyarakat. Harganya lebih terjangkau karena tidak melampaui ketetapan pemerintah," ujar Arief dalam keterangannya.
Arief menyebut, produk-produk seperti beras SPHP, beras premium dari BUMN, MinyaKita, hingga telur ayam akan tersedia di gerai Kopdes. Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika ada penyimpangan mutu atau takaran pangan yang tidak sesuai.
"Mulai dari beras SPHP, beras premium produk BUMN, MinyaKita sampai telur ayam, bisa masyarakat peroleh di sini. Apabila ada takaran atau mutu produk pangan yang tidak sesuai, segera laporkan. Kalau outletnya Kopdes seperti ini, akan lebih mudah ditelusuri," sambungnya.
Lebih lanjut, Bapanas berkomitmen memberikan kemudahan akses distribusi pangan kepada koperasi desa, termasuk sebagai outlet penyaluran beras SPHP serta bantuan pangan lainnya.
Selama tahun 2024, pemerintah telah menyalurkan 1,9 juta ton bantuan pangan beras dan 1,4 juta ton beras SPHP. Khusus untuk tahun 2025, realisasi awal program SPHP yang dimulai sejak Juli telah mencapai 182,200 ton.
BACA JUGA:
"Koperasi Desa Merah Putih menjadi jembatan antara produksi dan konsumsi. Di sinilah peran rakyat, petani, nelayan, pelaku UMKM pangan, ditempatkan di pusat ekosistem pangan," ujar Arief.
Arief menambahkan, koperasi ini akan menjadi simpul penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat lokal. Dengan rantai pasok yang lebih pendek dan terkontrol, petani dapat terlindungi saat harga jatuh dan konsumen tidak terbebani saat harga melonjak. "Prinsipnya pangan harus tersedia, terjangkau, dan adil," ucapnya.