Bagikan:

JAKARTA — Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan di tengah isu-isu proteksionisme perdagangan global, hubungan perdagangan Indonesia dan Eurasian Economic Union (EAEU) terus meningkat.

Airlangga menyampaikan pada kuartal pertama 2025, total perdagangan Indonesia-EAEU melonjak sebesar 84,40 persen mencapai 1,57 miliar dolar AS.

"Sedangkan, dari sisi investasi, EAEU merealisasikan investasi senilai 273,7 juta dolar AS ke Indonesia yang naik hingga dua kali lipat dibandingkan total realisasi pada 2023," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip pada Jumat, 11 Juli.

Sebagai informasi, Airlangga melakukan pertemuannya secara daring dengan Member of the Board - Minister in Charge of Trade of the Eurasian Economic Commission (EEC) Andrey Slepnev.

Airlangga menyampaikan bahwa peningkatan tersebut didukung dengan populasi gabungan lebih dari 460 juta jiwa dan peluang perluasan akses pasar melalui I-EAEU FTA.

Ia meyakini kerja sama ini merupakan pilar baru dalam diversifikasi pasar dan penguatan ketahanan ekonomi nasional Indonesia.

Airlangga menegaskan bahwa di tengah kondisi perdagangan global yang penuh dinamika sangat cepat, pemerintah terus mendorong penguatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan berbagai negara mitra dan kawasan strategis dunia.

Adapun, pertemuan ini merupakan kelanjutan dari proses perundingan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA), sekaligus memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU).

Untuk diketahui, Uni Ekonomi Eurasia terdiri dari lima negara anggota, yakni Rusia, Armenia, Belarusia, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan.

Sebelumnya, kedua menteri bertemu dalam pertemuan bilateral pada 29 Mei 2025 di Jakarta, serta pertemuan lanjutan di sela-sela acara mendampingi Presiden menghadiri St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF 2025) pada 20 Juni 2025, yang menghasilkan penandatanganan Joint Statement mengenai penyelesaian secara substansial dari Perundingan FTA tersebut.

Sementara pada kesempatan ini, kedua menteri menekankan komitmen kuat untuk segera memulai proses hukum domestik yang diperlukan guna menuju penandatanganan Indonesia-EAEU FTA.

“Kami menyambut baik hasil yang telah dicapai oleh Tim Perunding. Ini menandai langkah penting menuju finalisasi I-EAEU FTA,” ujar Airlangga.

Menteri Slepnev menyampaikan pandangan serupa dan menegaskan kesiapan internal pihak EAEU untuk menyelesaikan proses legal bersama negara-negara anggota EAEU dalam waktu dekat.

“Tim kami siap menjalankan proses sesuai jadwal yang telah disepakati,” tuturnya.

Adapun, kedua pihak menargetkan agar proses legal scrubbing dapat diselesaikan secepatnya, sehingga perjanjian dapat diselesaikan dan ditandatangani secara resmi pada Desember 2025.