JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) secara bertahap akan membangun 56 sabo dam di kawasan Gunung Marapi, Sumatera Barat.
Adapun sabo dam merupakan bangunan pengendali aliran debris atau lahar yang dibangun melintang pada alur sungai untuk menahan, menampung dan mengalirkan sebagian material atau sedimen.
Dikutip dari unggahan di akun Instagram resmi @kementerianpu, Kamis, 29 Mei, pada tahap awal akan dibangun 6 sabo dam di Kabupaten Tanah Datar dan 3 di Kabupaten Agam.
"Sabo dam tersebut nantinya akan melindungi 9.565 hektare lahan pertanian, kawasan permukiman yang dihuni 27.625 jiwa serta 2,1 kilometer jalan nasional dari risiko bencana akibat galodo Marapi," tulis akun Instagram tersebut.
Nantinya, sabo dam dibangun bertingkat di tengah bendung, sehingga dapat mengalirkan air sekaligus membendung sedimen atau endapan material vulkanik.
Apabila bendung tidak mampu menahan semua aliran debris, nantinya akan dilewatkan melalui bagian atas (overtopping), sehingga dapat meminimalisir risiko bencana banjir lahar di hilir.
Sekadar informasi, Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Tanah Datar merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Sumatera.
BACA JUGA:
Saat curah hujan tinggi, material vulkanik Marapi seperti abu dan batuan bercampur dengan air hujan mengalir turun dari lereng gunung dengan kecepatan tinggi. Peristiwa banjir lahar hujan ini oleh warga setempat dikenal dengan istilah galodo.
Pada Mei 2024 lalu, galodo Marapi menyebabkan 61 korban jiwa, 11 orang hilang dan 40 orang luka-luka. Bencana ini juga memutus sejumlah akses jalan dan jembatan serta merusak ratusan hektare pertanian, fasilitas umum dan rumah warga.